Menuju konten utama

Anak Usaha Garuda GMFI Rights Issue 22,02 Miliar Saham Baru

Demi penuhi ketentuan free float BEI, GMFI siap gelar rights issue maksimal 22,02 miliar saham. Aksi korporasi ini bakal dibawa ke RUPSLB.

Anak Usaha Garuda GMFI Rights Issue 22,02 Miliar Saham Baru
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat terbang, mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau right issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan pada Selasa (13/10/2026), emiten dengan kode saham GMFI ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 22.029.751.488 (22,02 miliar) saham baru Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp19 per lembar saham.

Manajemen perseroan mengungkapkan bahwa aksi korporasi ini ditempuh untuk memperkuat kapasitas pendanaan, mendukung investasi dan pengembangan usaha, mengoptimalkan struktur pendanaan, serta memperkuat modal kerja perseroan secara berkelanjutan.

Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk memenuhi ketentuan saham beredar di publik (free float) sebagaimana diwajibkan dalam peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dalam rangka memperkuat kapasitas pendanaan Perseroan serta dalam rangka pemenuhan ketentuan free float sebagaimana diwajibkan dalam Peraturan I-A," tulis manajemen dalam prospektus perseroan, Selasa (13/10/2026).

Dana segar yang diperoleh dari hasil right issue, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, secara garis besar akan dialokasikan untuk dua kebutuhan utama.

Pertama, dana itu akan digunakan untuk pendanaan kebutuhan investasi berupa pengembangan maupun penambahan kapasitas dan kapabilitas, peremajaan peralatan dan mesin, pendirian perusahaan baru, serta pembelian aset yang mendukung kegiatan usaha perseroan maupun anak usaha.

Kedua, untuk penambahan modal kerja guna mendukung kegiatan operasional sehari-hari.

Adapun, bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam right issue ini, kepemilikan sahamnya berpotensi mengalami dilusi maksimal sekitar 15 persen.

Untuk memuluskan rencana tersebut, manajemen GMFI akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 November 2026.

Sementara itu, recording date untuk Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dan memberikan suara dalam RUPSLB ditetapkan pada 27 Oktober 2026.

Baca juga artikel terkait PT GARUDA INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah