Menuju konten utama

Aktivitas Penerbangan di Bandara SMB Palembang Kembali Normal

Meski aktivitas penerbangan kembali normal, kualitas udara di Palembang masih masuk level berbahaya.

Aktivitas Penerbangan di Bandara SMB Palembang Kembali Normal
Ilustrasi. Sejumlah penumpang melintasi gerbang kedatangan domestik di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (19/12/2022). ANTARA FOTO/Feny Selly/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang berangsur lancar seiring jarak pandang bertambah. Sementara kualitas udara di kota itu masih masuk level berbahaya.

Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Basthonie, mengungkapkan operasional bandara lancar mulai sejak kemarin, Senin (12/10/2026). Pada hari itu tidak ada gangguan aktivitas penerbangan, sehingga kedatangan dan keberangkatan sesuai jadwal.

Pada hari ini, Selasa (13/10/2026), secara umum operasional bandara kembali tidak mengalami kendala signifikan. Tercatat, hanya dua pesawat yang mengalami keterlambatan keberangkatan.

Yakni Lion Air dengan nomor penerbangan JT 246 rute Palembang-Batam yang mengalami keterlambatan keberangkatan dari jadwal pukul 06.00 WIB dan benar-benar lepas landas pukul 07.07 WIB. Kemudian Super Air Jet nomor penerbangan IU 921 rute Palembang-Jakarta mengalami keterlambatan keberangkatan dari jadwal pukul 06.00 WIB menjadi 09.25 WIB.

"Sejak kemarin sampai hari ini, operasional bandara lancar," ungkap Nidia, Selasa (13/10/2026).

Hingga pukul 10.00 WIB, jarak pandang di landasan bandara mencapai 2.000 meter. Kondisi berbeda yang terjadi dua hari sebelumnya, yakni pada Minggu (11/10/2026).

Ketika itu di visibility hanya 600 meter yang menyebabkan 18 pesawat terdampak. Sementara sehari sebelumnya, Sabtu (10/10/2026), sebanyak 26 pesawat terjadi gangguan penerbangan karena jarak pandang hanya 350 meter.

"Saat ini jarak pandang sudah normal, sudah 2.000 meter," kata dia.

Sementara kualitas udara di Palembang masih dalam level berbahaya akibat asap karhutla yang terjadi di sejumlah daerah di Sumsel. Berdasarkan grafik riwayat konsentrasi partikulat (PM2.5) yang terpantau di Stasiun Talang Betutu Palembang, Selasa (13/10/2026), rentan waktu pukul 00.00-10.00 WIB, PM2.5 berkisar 185,3-453,5 mikrogram meter per kubik. Puncak peningkatan PM2.5 terjadi pada pukul 03.00-09.00 WIB.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan meningkatnya PM2.5 disebabkan masih banyaknya kejadian karhutla, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Arah angin menuju Palembang sehingga asap menyelimuti kota itu.

"PM2.5 di Palembang masih masuk level berbahaya," tutur Wandayantolis.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama