Ajaran Pemurnian Kristen Saksi Yehuwa,

Para pengikut Saksi Yehuwa melaksanakan ibadah bersama pengikut Saksi Yehuwa di aula salah satu mall di Jakarta. tirto.id/Andrey Gromico
Pengkotbah Saksi Yehuwa berbahasa Korea membaca Alkitab saat ibadah bersama pengikut Saksi Yehuwa di aula salah satu mall di Jakarta. tirto.id/Andrey Gromico
Para pengikut Saksi Yehuwa membaca bersama ayat-ayat alkitab yang diperlihatkan di monitor televisi. tirto.id/Andrey Gromico
Seorang pengkotbah Saksi Yehuwa membaca Alkitab saat ibadah bersama pengikut Saksi Yehuwa di aula salah satu mall di Jakarta. tirto.id/Andrey Gromico
Ayat-ayat Alkitab yang dibaca melalui perangkat pintar. tirto.id/Andrey Gromico
Aula salah satu mall di Jakarta menjadi tempat para pengikut Saksi Yehuwa melaksanakan ibadah bersama. tirto.id/Andrey Gromico
Saksi Saksi Yehuwa tak merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Mesksi begitu, Saksi Saksi Yehuwa menganggap dirinya sebagai Kristen yang patuh. Mereka percaya bahwa tuhan itu satu dan menanggalkan konsep trinitas. Bagi Saksi Saksi Yehuwa, kiamat atau hari akhir bukanlah proses hancurnya seluruh isi alam semesta. Melainkan bencana besar yang melumatkan orang-orang jahat. Sisanya tetap akan selamat di bumi.
28 Desember 2017
Tak ada hiasan khusus di altar maupun ruangan pernik yang menandakan Hari Natal. Nuansa perayaan Natal tak terlihat dalam ritual ajaran pemurnian Kristen Saksi Yehuwa di sebuah aula lantai 9 salah satu mall di Jakarta Selatan.

Saksi Saksi Yehuwa tak merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Mesksi begitu, Saksi Saksi Yehuwa menganggap dirinya sebagai Kristen yang patuh. Mereka percaya bahwa tuhan itu satu dan menanggalkan konsep trinitas. Bagi Saksi Saksi Yehuwa, kiamat atau hari akhir bukanlah proses hancurnya seluruh isi alam semesta. Melainkan bencana besar yang melumatkan orang-orang jahat. Sisanya tetap akan selamat di bumi.

Yehuwa sama saja dengan Yahweh atau YHWH. Tapi bukan agama Yahudi. Ajaran itu baru masuk Indonesia tahun 1930. Organisasinya terpusat di Brooklyn, New York. Saat ini tersebar di seluruh provinsi dan jumlah mereka terus berkembang, pada tahun 2016 terdata 26.741 orang menjadi Saksi Saksi Yehuwa. Kini Saksi Saksi Yehuwa ada di 240 negara dengan sekitar 8,3 juta pengikut.

Tak ada dana dari pemerintah daerah atau pusat. Mereka mengandalkan sumbangan sukarela dari pengikutnya. Tapi selalu berupaya tunduk pada pemerintah yang berkuasa mulai patuh hukum, bayar pajak rutin hingga menuntaskan seluruh persyaratan untuk mendirikan rumah ibadah. Tapi mereka enggan ikut campur urusan politik.

Foto & Teks: Andrey Gromico