tirto.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melepasliarkan 15 ekor Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) ke alam bebas pada Jumat (16/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian dan ekosistem habitat asli spesies burung endemik Pulau Dewata tersebut.
Pelepasliaran dipusatkan di dua lokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, yaitu Kampoeng Jalak Bali di Desa Tengkudak dan Pura Besi Kalung di Desa Babahan.
"Ada 13 ekor Jalak Bali yang dilepas di Desa Tengkudak dan dua ekor di Desa Babahan," kata Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, Sabtu (17/10/2026).
Ratna menjelaskan, 13 ekor Jalak Bali yang dilepas di Desa Tengkudak merupakan burung hibah dari Yayasan Begawan setelah izin penangkarannya berakhir. BKSDA Bali kemudian menyerahkan burung-burung tersebut ke Yayasan Friends of Nature, People, and Forest (FNPF) untuk dikembalikan ke alam bebas.
Penentuan Lokasi di Banjar Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, didasarkan pada hasil kajian kelayakan habitat oleh tim ornitologi dari Universitas Udayana (Unud). Sebelumnya, pada periode 2024–2025, BKSDA Bali bersama Yayasan FNPF juga telah melepasliarkan 64 ekor indukan Jalak Bali di wilayah tersebut.
Sementara itu, dua ekor Jalak Bali yang dilepas di Desa Babahan merupakan hasil sitaan dari warga Desa Jatiluwih yang menjeratnya pada Agustus 2025. Sebelum dikembalikan ke alam, kedua burung tersebut telah menjalani perawatan medis untuk memastikan kondisinya sehat.
Kasus penjeratan tersebut diselesaikan melalui pendekatan restorative justice yang melibatkan perangkat desa, kepolisian, BKSDA, dan Yayasan FNPF. Selain jalur hukum, warga yang memelihara burung yang dilindungi tersebut wajib menjalani ritual Guru Piduka, yakni upacara persembahan (mebanten) sebagai bentuk permohonan maaf secara niskala kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur.
"Warga bersangkutan wajib menjalani Guru Piduka. Ini menjadi pengingat bahwa pelestarian satwa liar memerlukan kesadaran, tanggung jawab, dan kepedulian bersama," ujar Ratna.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga September 2026, populasi Jalak Bali di alam bebas terus menunjukkan perkembangan positif. Tercatat sebanyak 87 ekor anakan berhasil menetas dan bertahan hidup di habitat aslinya.
Saat ini, total populasi Jalak Bali di kawasan Banjar Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, diperkirakan telah mencapai 140 hingga 150 ekor yang tersebar dalam tiga kelompok (flock).
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id

































