tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meninjau sejumlah tanggul sungai yang terdampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang diperlukan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito mengunjungi tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen. Bersama rombongan, ia menyusuri tanggul dan berdialog dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Asyari.
Tito juga meninjau tanggul Sungai Alue Keutapang yang terdampak banjir susulan. Selain itu, ia melihat kondisi lahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan berat dan kini telah ditanami jagung di Desa Beuringen.
Tito mengatakan, bencana susulan berupa banjir menjadi salah satu kendala dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Sejumlah infrastruktur yang sebelumnya telah diperbaiki, seperti jembatan dan jalan, kembali terdampak. Permukiman warga yang sudah dibersihkan pun kembali dipenuhi lumpur.
"Di daerah Aceh, Sumatera Utara bagian barat, selain bagian timur, Sumatera Barat, itu curah hujan masih tinggi terus. Bahkan di musim kemarau kemarin tetap juga tinggi, sehingga mengakibatkan banjir lagi, banjir lagi," ujarnya di hadapan awak media di Desa Alue Keutapang, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan, Tito menilai pembangunan tanggul perlu dipercepat untuk mencegah banjir kembali menggenangi permukiman di sekitar sungai. Selain pembangunan tanggul, pengerukan sungai juga diperlukan untuk mengatasi sedimentasi yang terjadi akibat bencana Sumatera pada November 2025.
Satgas PRR mencatat, sedimentasi terjadi di 137 sungai yang tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tingkat sedimentasi dan panjang sungai yang terdampak bervariasi.
"Pengerukan enggak hanya kita serahkan kepada PU (Kementerian Pekerjaan Umum), TNI. Tapi juga di antaranya melalui mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga. Enggak apa-apa, win-win solution," jelasnya.
Tito menegaskan pemerintah terus mengupayakan penanganan pascabencana Sumatera, termasuk mengantisipasi dampak bencana susulan. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik dalam bentuk uang tunai maupun kebutuhan pokok.
"Tadi kita udah berikan bantuan. Ya, baik tunai maupun non-tunai warga yang terdampak, sambil kita mencari solusi. Jangan sampai terulang lagi banjir yang sama, ya, caranya cepat-cepat ini, apa, [pembangunan] bendungannya, tanggulnya," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tito. Menurutnya, kehadiran Mendagri sekaligus Kasatgas PRR tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Sibral juga membenarkan bahwa banjir susulan yang terjadi belum lama ini kembali menggenangi permukiman warga Pidie Jaya, terutama wilayah yang berada di sekitar aliran sungai.
Dalam kunjungan itu, Tito menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung penanganan bencana di Pidie Jaya dan daerah sekitarnya. Bantuan tersebut meliputi satu unit kendaraan *water supply* multifungsi dari Satgas PRR dan sembilan unit pompa air untuk Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, serta Aceh Utara.
Satgas PRR juga menyalurkan bantuan tunai masing-masing Rp200 juta untuk Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang di Pidie Jaya. Selain itu, Kementerian Sosial memberikan paket sembako dan bantuan logistik darurat bagi masyarakat terdampak.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































