Menuju konten utama

Tinjau Nelayan Cilacap, Gibran Didesak Wujudkan Langkah Konkret

Icuk mengingatkan agar dialog dan peninjauan lapangan tersebut diikuti langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Tinjau Nelayan Cilacap, Gibran Didesak Wujudkan Langkah Konkret
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) menyimak penjelasan Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan (kanan) disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kedua kanan), dan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan (keempat kanan) saat meninjau pembangunan Kolam Retensi Terboyo di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2025).ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Icuk Rangga Bawono, menilai langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turun langsung mendengarkan persoalan nelayan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebagai pendekatan yang baik untuk memahami kebutuhan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan agar dialog dan peninjauan lapangan tersebut diikuti langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

“Kami memandang bahwa pendekatan tersebut cukup baik apabila ditindaklanjuti dengan implementasi yang bisa dikerjasamakan dengan stakeholder terkait,” kata Icuk, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja pada Senin (26/10/2026), Gibran berdialog dengan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu, Cilacap.

Dalam dialog tersebut, nelayan menyampaikan sejumlah persoalan, terutama terkait keterbatasan kuota dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut serta pendangkalan alur Sungai Kaliyasa yang menghambat aktivitas kapal perikanan.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Gibran juga meninjau langsung kondisi alur Sungai Kaliyasa dan kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.

Menurut Icuk, kehadiran Wapres secara langsung memberikan kesempatan bagi pemerintah pusat untuk memahami persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat.

“Tidak hanya berhenti sampai dengan mendengar langsung persoalan nelayan dan masyarakat di Kabupaten Cilacap, tapi harus ada implementasinya. Tindak lanjutnya seperti apa, kerja sama apa yang bisa digalang dengan masyarakat sehingga bisa mempercepat penyelesaian persoalan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Icuk juga menyoroti keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan menyelesaikan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, keterlibatan kementerian dan BUMN dalam rangkaian kunjungan Wapres dinilai dapat membuka alternatif kerja sama untuk mempercepat penanganan persoalan di daerah.

“Oleh karena itu, harapannya dengan adanya kunjungan Wapres bersama stakeholder itu bisa mengatasi permasalahan dan mempercepat penyelesaian permasalahan di daerah,” katanya.

Icuk mendorong Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk memiliki pemetaan yang jelas mengenai persoalan prioritas masyarakat, termasuk kebutuhan sektor perikanan.

Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menghubungkan program pemerintah pusat, dukungan BUMN, serta kajian dari perguruan tinggi.

Ia menilai kolaborasi semacam itu penting agar penyelesaian masalah tidak berjalan secara parsial, melainkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

Dengan demikian, kunjungan Wapres Gibran diharapkan tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi, tetapi juga momentum memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian persoalan ekonomi masyarakat pesisir Cilacap.

Baca juga artikel terkait NELAYAN

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama