tirto.id - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, realisasi investasi kawasan ekonomi khusus (KEK) mencapai Rp382,1 triliun sejak kawasan itu dibentuk hingga 30 September 2026.
Pada periode yang sama, KEK menyerap tenaga kerja hingga ratusan ribu orang.
"Secara kumulatif, sejak dibentuk KEK, realisasi investasi senilai Rp382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302 ribu dan jumlah badan usahanya 509 badan usaha," ujarnya saat penyampaian laporan perkembangan KEK triwulan III 2026 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, realisasi investasi KEK mencapai Rp46 triliun pada Januari-September 2026. Adapun target realisasi investasi KEK pada 2026 mencapai Rp69,1 triliun.
Airlangga melanjutkan, penambahan tenaga kerja dari KEK mencapai 53.190 orang pada periode tersebut. Target penambahan kerja dari KEK hanya 51.315 orang.
Strategi Setop Devisa Bocor ke Singapura Lewat KEK Kesehatan
Menurut Airlangga, potensi devisa dari sektor kesehatan yang masuk ke Singapura dan Malaysia mencapai Rp200 triliun. Karena itu, pemerintah hendak mendirikan KEK kesehatan di Bali dan Batam.
Pemerintah menargetkan devisa pariwisata sebesar 24 miliar dolar AS pada 2026, seiring dengan target kunjungan 16 juta-17,6 juta wisatawan mancanegara (wisman).
"Dari KEK Galang Batang, ini potensinya Rp114 triliun dan 94 ribu tenaga kerja. KEK Kendal ini Rp370 triliun, 250 ribu tenaga kerja. Kemudian, KEK Gresik juga Rp264 triliun 200 ribu tenaga kerja," sebut Airlangga.
Ia menyampaikan, terdapat potensi besar dalam industri kreatif Indonesia. Misalnya, Studio Kinema KEK Nongsa yang melibatkan 1.000 animator memiliki value produksi film dan animasi rata-rata 8,5 juta dolar AS.
"Kemudian dari Mandalika dengan MotoGP, 1,6 juta wisatawan, nilai ekonominya Rp8,6 triliun. Kemudian Tanjung Lesung 1,5 juta dengan nilai ekonomi Rp3 triliun. Dan KEK Lido ini juga masih perlu untuk didorong, 220 ribu wisatawan," urai Airlangga.
Di lokasi yang sama, Menteri Pariwisata, Widyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa investasi pariwisata mencapai Rp73,6 triliun pada 2025. Nilai itu meningkat 56,5 persen daripada investasi pariwisata pada 2024.
Akan tetapi, ia menyatakan investasi pariwisata masih berkonsentrasi di dua lokasi, yakni Jabodetabek dan Bali.
"Tren ini berlanjut hingga semester satu 2026 dengan realisasi investasi mencapai 39,68 triliun rupiah, tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," sebutnya.
"Namun, lebih dari 50 persen investasi pariwisata masih terkonsentrasi di Greater Jakarta dan Bali," sambung Widyanti.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































