Menuju konten utama

Telkom Bekali 300 Siswa Bukittinggi Hadapi Tekanan Digital & AI

Telkom membekali 300 siswa SMA di Bukittinggi dengan literasi AI dan dukungan kesehatan mental untuk menghadapi tekanan di ruang digital.

Telkom Bekali 300 Siswa Bukittinggi Hadapi Tekanan Digital & AI
Telkom luncurkan program EduMind Wellbeing & AI Camp di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, yang berlangsung pada 11-13 Juni 2026. Doc: Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - elkom Indonesia membekali 300 siswa SMA di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan literasi kecerdasan artifisial (AI) sekaligus pemahaman kesehatan mental. Program tersebut dikemas melalui EduMind Wellbeing & AI Camp yang digelar pada 11-13 Juni 2026.

Program ini menjadi proyek percontohan Telkom untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman secara psikologis sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. EduMind Wellbeing & AI Camp juga diarahkan untuk membantu siswa menghadapi tekanan di ruang digital, seperti perundungan siber (cyberbullying), kecemasan, dan tekanan sosial.

Program tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Telkom melalui flagship pendidikan Social Responsibility Center (SRC), BISA pandAI. Pelaksanaannya mengadopsi pilar BISA MAHIR yang berfokus pada peningkatan kompetensi talenta digital dan AI.

Manager Economic, Law & Government Development Social Responsibility Center Telkom Indonesia Aline Zivana mengatakan perkembangan teknologi membuat generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.

"Generasi Z menghadapi tekanan digital yang luar biasa masif, mulai dari fenomena FOMO, cyberbullying, hingga kecemasan sistemik akan masa depan mereka," ujar Aline.

Menurut dia, program tersebut diarahkan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk membuat solusi dan memecahkan persoalan di lingkungan sekitar.

"Kita harus mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi," kata Aline.

Dalam program ini, Telkom menggandeng Yayasan Maleo Talenta Cendekia melalui platform EduMind. Aplikasi tersebut digunakan untuk memantau kondisi emosional siswa, mendeteksi dini risiko psikologis dan hambatan belajar, serta membantu guru bimbingan dan konseling (BK) menangani persoalan siswa.

EduMind juga menyediakan School Wellbeing Dashboard yang dapat digunakan guru BK dan wali kelas. Platform tersebut dilengkapi dukungan penanganan insiden serta akses bagi orang tua melalui fitur Parent Access & Insight dan webinar pengasuhan bulanan.

Di sisi lain, aspek keterampilan teknologi diperkuat melalui Educourse.id, mitra program yang bergerak dalam pembelajaran coding dan AI. Materi camp menggunakan metode blended learning dengan pemanfaatan AI dan augmented reality (AR).

Siswa juga diperkenalkan pada dasar-dasar AI, termasuk konsep, etika, privasi, dan potensi bias data. Dengan pendekatan tersebut, program tidak hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga aspek keamanan dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya.

Kepala Seksi SMK dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat Mirawati mengatakan perkembangan pembelajaran digital perlu diimbangi dengan perlindungan siswa.

"Pembelajaran digital telah mengubah lanskap dunia pendidikan secara fundamental. Namun, sekolah wajib menjamin tiga pilar utama yakni keamanan fisik, keamanan psikologis, dan keamanan digital peserta didik," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Albertiusman mengatakan pemerintah daerah mendukung integrasi aspek kesehatan sekolah dan kecakapan digital dalam pendidikan.

Melalui pilot project di Bukittinggi, Telkom akan mengevaluasi dampak program terhadap kompetensi siswa dan lingkungan pendidikan sebelum memperluas implementasinya. Evaluasi tersebut mencakup peningkatan kemampuan STEM, literasi digital, serta penerapan teknologi secara positif di lingkungan sekolah.

Baca juga artikel terkait TELKOM atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana