Menuju konten utama

Profil Jesus Owono, Kiper Andorra Tekel Pemain Lain Sampai Tewas

Kiper FC Andorra, Jesus Owono, terancam menghadapi berbagai hukuman setelah tekelnya menyebabkan pemain lain meninggal. Simak profilnya berikut ini.

Profil Jesus Owono, Kiper Andorra Tekel Pemain Lain Sampai Tewas
Penjaga gawang Guinea Ekuatorial, Jesus Owono (#01), menengadah setelah gagal menghalau gol dalam pertandingan sepak bola Grup E Piala Afrika (CAN) antara Guinea Ekuatorial dan Aljazair di Stadion Moulay Hassan, Rabat, pada 31 Desember 2025. (Foto oleh Gabriel BOUYS / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kiper tim FC Andorra, Jesus Owono, kini jadi perhatian penikmat sepak bola dunia. Hal ini terjadi setelah tekelnya di lapangan membuat penyerang tim CD Tenerife, Jesus de Miguel, tewas. Insiden ini membuat Owono kini berpotensi menghadapi penyelidikan pidana karenanya.

Jesus de Miguel sebelumnya dikonfirmasi meninggal dunia pada Selasa (3/11/2026). Ia menghembuskan napas terakhir ketika dirawat di rumah sakit akibat cedera fatal yang ia alami dalam pertandingan La Liga 2 Spanyol melawan FC Andorra pada Senin (2/11).

Dalam pertandingan antara CD Tenerife vs FC Andorra itu, insiden ini terjadi pada penghujung laga. Kedua tim sama-sama mencetak dua gol dan membuat skor seri bertahan hingga menit tambahan waktu.

FC Andorra, yang memiliki momentum menyerang setelah berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua, tampil menyerang secara penuh pada menit tambahan waktu itu. Namun, serangan yang gagal membuat CD Tenerife memiliki peluang untuk menyerang balik melalui sepakan melambung ke tengah lapangan.

Pada momen itulah, Owono maju jauh dari gawang dan melompat untuk mengamankan bola. Saat itu, Jesus de Miguel turut melompat untuk merebut bola dan melancarkan serangan balik.

Namun, keduanya saling bertabrakan dalam posisi yang tak ideal. Kepala dan dada Jesus de Miguel terdampak benturan yang sangat keras, baik akibat tabrakan dengan Owono maupun ketika jatuh ke tanah.

Jesus de Miguel kemudian mengerang kesakitan di lapangan hingga akhirnya dibawa tim medis ke luar stadion untuk dirawat di rumah sakit. Namun, pada Selasa pagi, ia dikonfirmasi meninggal dunia akibat henti jantung dan komplikasi cedera pada bagian kepala dan dada.

Kabar duka ini telah memicu perhatian dari penikmat sepak bola di seluruh dunia. Para pemain di seluruh dunia turut memberikan pesan duka terkait insiden memilukan tersebut.

Di antara banyaknya pesan belasungkawa atas kematian de Miguel, sorotan publik juga turut mengarah ke Jesus Owono. Kiper berusia 25 tahun itu bahkan jadi sasaran pelecehan daring di media sosial.

Sosok Jesus Owono dan Reaksi Publik Usai Insiden Tekel Jesus de Miguel

Menukil Al Jazeera, Jesus Owono merupakan kiper kelahiran Guinea Khatulistiwa. Ia lahir di Bata pada 25 tahun yang lalu, namun telah pindah ke Basque Country di Spanyol sejak masih kecil.

Tumbuh besar di Basque, Owono kemudian mulai meniti karier di dunia sepak bola Spanyol sejak usia belia. Ia tergabung dalam klub sepak bola sejak usia 8 tahun. Pada usia itu, ia tergabung dalam Antiguoko, sebuah klub usia muda di San Sebastian.

Ketika muda, Owono menunjukkan potensi ketika diplot sebagai penjaga gawang. Hal ini membuatnya terdeteksi radar klub besar, Real Sociedad.

Owono kemudian pindah ke salah satu dari dua klub terbesar di Basque. Ia bermain untuk tim perwakilan Basque Country pada kelompok umur 16 tahun.

Owono kemudian bergabung dengan Deportivo Alavés pada 2017. Di sana, ia memainkan debut sebagai pemain utama pada Januari 2022 ketika Alavés berjumpa Real Sociedad di La Liga, divisi tertinggi sepak bola Spanyol.

Sejak saat itu, Owono telah mengoleksi 20 penampilan di La Liga dan Copa del Rey. Namun, capaian itu tak membuatnya jadi kiper utama Alavés. Pada musim 2025/2026 lalu, ia dipinjamkan ke FC Andorra yang berlaga di divisi kedua.

Pada jeda musim panas tahun ini, peminjamannya di FC Andorra dipermanenkan. Hal itu membuatnya kini berstatus sebagai kiper utama klub tersebut untuk mengarungi divisi dua Spanyol musim ini.

Meniti karier sebagai atlet sepak bola di Spanyol sejak belia, Owono sebenarnya punya peluang untuk membela timnas Spanyol. Namun, ia memilih untuk membela timnas tempat ia lahir, yakni Guinea Khatulistiwa.

Ia telah membela timnas tersebut sejak Maret 2019 lalu dan mengoleksi 46 caps sejauh ini. Posisinya di timnas juga tak tergoyahkan setelah jadi pemain Guinea Khatulistiwa pertama yang merumput di La Liga.

Akan tetapi, capaian-capaian itu seakan runtuh seketika pada 2 November 2026. Dalam pertandingan CD Tenerife vs FC Andorra, Owono bertabrakan dengan Jesus de Miguel saat berebut bola. Nahas, de Miguel tewas karena tabrakan itu memicu cedera yang fatal.

Imbas hal tersebut, Owono kini jadi sasaran pelecehan online. Kolom komentar akun media sosialnya telah jadi sasaran warganet untuk meluapkan kritik, tuduhan kecerobohan hingga hinaan dan pelecehan.

Beberapa pengguna media sosial bahkan menyerukan penerapan larangan bermain seumur hidup kepada Owono. Seruan itu bermunculan di antara komentar rasis dan hinaan sebagai “pembunuh”.

Sementara warganet menjadikan Owono sebagai sasaran kritik, otoritas sepak bola Spanyol telah memulai sidang disiplin untuk sang kiper. Kode Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol telah menyiratkan potensi larangan empat hingga 12 pertandingan bagi pemain yang terbukti melakukan kekerasan yang mengakibatkan cedera serius.

Akan tetapi, Owono kini tak hanya berpotensi menerima sanksi larangan bermain akibat insiden itu. Media lokal Tenerife belakangan melaporkan bahwa kepolisian Santa Cruz telah memulai penyelidikan penyebab kematian de Miguel.

Penyelidikan itu membuat insiden yang menyeret Owono kini berpotensi diproses secara pidana. Belum jelas bagaimana insiden itu akan diproses secara hukum, namun hukum Spanyol telah memuat hukuman hingga empat tahun penjara pada kasus kematian akibat kelalaian berat.

Baca juga artikel terkait LA LIGA SPANYOL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar