Seba Baduy

Orang-orang Baduy mulai meninggalkan Pendopo Rangkasbitung pasca acara puncak Seba Baduy. tirto.id/Arimacs Wilander
30 April 2017
Tradisi Seba Baduy tak pernah alpa dihelat masyarakat Baduy, Baduy dalam dan Baduy luar. Baduy dalam dan Baduy luar sama-sama mengamini budaya memberikan hasil bumi pada pimpinan daerah sejak nenek moyangnya hingga kini. Pisang, Talas, dan apapun yang telah mereka tanam diwilayahnya.

Seba Baduy rutin dilaksanakan tiap tahun. Bagi masyrakat Baduy, memberikan hasil bumi pada pimpinan daerah merupa ritual penghargaan pada sosok pemimpin. Dalam acaranya juga ada agenda dialog dengan pimpinan derah di Pendopo.

Orang-orang Baduy datang dengan budaya khasnya, jalan kaki, dari pemukimanya menuju Pendopo Rangkasbitung, Lebak, Banten. Namun Baduy luar, yang biasa berpakaian beda dengan Baduy dalam, yaitu berpakaian hitam, diijinkan menumpang kendaraan bermotor.

Acara puncak dilaksanakan di Pendopo Bupati Rangkasbitung, serah terima hasil alam orang-orang Baduy. Dilanjutkan menikmati sajian Wayang Golek, dan keesokan harinya orang-orang Baduy beranjak pulang ke kampung halamanya.

Teks dan Foto; Arimacs Wilander