Menuju konten utama

Salah, Klaim Tiga Aktivis Greenpeace Anggota PDIP

Hingga saat ini tidak ada konfirmasi terkait narasi tersebut. Baik itu berdasarkan keterangan resmi PDIP atau Greenpeace Indonesia.

Salah, Klaim Tiga Aktivis Greenpeace Anggota PDIP
Periksa Fakta Aktivis Greenpeace Anggota PDIP. foto/hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah utas di sosial media threads ramai diperbincangkan netizen, setelah akun @strangers.kii (arsip) membuat narasi tiga aktivis Greenpeace pemanjat Patung Selamat Datang, Bundaran HI, pada 20 Oktober 2026, ialah anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Diketahui, aksi membentangkan spanduk protes di Bundaran HI, beberapa waktu lalu tersebut dilakukan para aktivis Greenpeace Indonesia untuk mengkritik krisis iklim dan mahalnya biaya hidup.

"nah mana nih yang kemaren fomo" di ig pake template kuning?! ah mahaswa itu lagi aja," tulis akun @strangers.kii dalam utas yang sudah tayang sejak satu hari lalu, Rabu (28/10/2026).

Hingga saat ini, Kamis (29/10/2026), unggahan tersebut sudah disukai 1.000 kali, 293 komentar, 163 kali diunggah ulang, serta 105 kali dibagikan oleh netizen.

Dalam utas itu @strangers.kii juga mengunggah sebuah poster dengan menampilkan tiga wajah pemanjat bernama Angel Gracia, Fikri Daenuri, dan M. Lukman. Poster ini berisi narasi bahwa ketiganya merupakan anggota PDIP sejak 2025.

"Greenpeace Indonesia sukses menyita perhatian kamera lewat spanduk raksasanya. Tapi tunggu dulu... hasil investigasi mendalam justru mengungkap fakta mengejutkan. Para pelaku lapangan yang memanjat struktur cagar budaya itu ternyata bukan masyarakat biasa yang tertindas," tulis narasi tersebut.

"Terkuak bahwa tiga dari pelaku pemanjatan termasuk mahasiswi Ul bernama Angel Gracia, serta Fikri Daenuri dan Muhamad Lukman secara mengejutkan tercatat masuk dalam database partai politik PDIP sejak tahun 2025!" sambungnya.

Unggahan dengan klaim serupa juga ditemui pada akun TikTok @anah.indah, dan Youtube @renosumi

Lantas, apakah benar ketiga pemanjat Greenpeace merupakan anggota PDIP?

Periksa Fakta Aktivis Greenpeace Anggota PDIP

Periksa Fakta Aktivis Greenpeace Anggota PDIP. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran fakta

Tirto mulai dengan menelusuri pemberitaan media massa melalui mesin pencari Google, belum ada berita yang mengonfirmasi kebenaran temuan tersebut. Begitupun saat menulis kata kunci "Greenpeace" dan "PDIP".

Selain pemberitaan, tidak ada juga pernyataan resmi dari kedua belah pihak. Baik itu PDIP Perjuangan maupun Greenpeace, mereka belum memberi keterangan mengenai narasi viral yang beredar dalam sosial media threads itu.

Adapun pemberitaan berkaitan kedua pihak itu, perihal respon Sekjen PDIP Hasto Kristianto terhadap aksi pembentangan spanduk Greenpeace. Sebagaimana dilansir dari laman owrite, Hasto meminta Prabowo jawab kritik organisasi peduli lingkungan tersebut, bukan mengerahkan aparat.

Sementara itu Tirto sempat menghubungi Juru Kampanye dan Komunikasi Greenpeace, Agnes Alvionita untuk mengonfirmasi narasi yang beredar dalam sosial media threads. Namun hingga berita ini selesai ditulis, kami belum mendapat respon.

Sebelumnya diketahui, Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai bertepatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Aksi tersebut bertujuan untuk mendesak agar pemerintah lebih serius menangani krisis iklim yang kian mengancam kualitas hidup masyarakat Indonesia.

“Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat,” ujar Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Dalam aksi tersebut, sejumlah aktivis Greenpeace diketahui membentangkan dua spanduk raksasa bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” yang dibentangkan dari atas Patung Selamat Datang menghadap ke arah Istana Merdeka di utara.

Spanduk lainnya bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” menghadap ke selatan Bundaran Hotel Indonesia.

Namun, sebelas aktivis Greenpeace Indonesia ditangkap ke Polda Metro Jaya usai aksi pembentangan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Hingga sore, enam di antaranya masih menunggu tindak lanjut dari penyidik.

“Total 11 orang yang ditangkap ya, sementara dari 11 ada 5 orang dari tim rescue & pers sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kepala Bidang Advokasi LBH Jakarta, Alif Fauzi Nurwidiastomo, yang juga menjadi tim pendamping aktivis Greenpeace, ketika dimintai konfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Meski begitu, enam aktivis yang sempat ditahan polisi usai membentangkan spanduk itu, akhirnya dipulangkan penyidik Polda Metro Jaya pada Selasa (20/10/2026) malam, sekira pukul 20.30 WIB.

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Daniel Winarta, menerangkan kepolisian akhirnya mengambil keputusan tersebut setelah proses pemeriksaan dan gelar perkara tidak menemukan adanya unsur pelanggaran hukum pidana dalam gelaran aksi pagi tadi.

“Tadi dari Kepala Bagian Wassidik Ditreskrimum menyatakan bahwa diambil keputusan belum menemukan tindak pidana, sehingga diperbolehkan untuk pulang,” ujar Daniel kepada Tirto, Selasa (20/10/2026) malam.

Daniel menambahkan meski saat ini seluruhnya telah dipulangkan, pihaknya tetap memantau potensi langkah hukum lanjutan dari kepolisian.

Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari laman Greenpeace, Greenpeace adalah organisasi kampanye lingkungan global yang independen dan bersifat non-partisan, ini artinya Greenpeace tidak berafiliasi dengan partai politik atau pemerintah manapun.

Sesuai dengan prinsip independensi yang dipegang organisasi ini, sejak berdiri, Greenpeace tidak pernah menerima dana dari pemerintah, perusahaan atau partai politik manapun. Donasi individu adalah tulang punggung dari berbagai kampanye Greenpeace.

Sementara itu, berdasarkan aturan internal kode etik Greenpeace, seperti Greenpeace Nordic Code of Conduct, selama masih bekerja di Greenpeace, staf yang digaji dilarang mencalonkan diri, maju sebagai kandidat, atau menjabat sebagai pengurus senior suatu partai politik. Keterlibatan politik di tingkat lokal yang lebih rendah juga harus dilaporkan kepada atasan langsung untuk dinilai potensi konflik kepentingannya.

Untuk sukarelawan, donatur, ataupun pendukung publik, Greenpeace menganggap mereka sebagai warga negara yang tetap memiliki hak politik pribadi. Namun, aktivitas partai politik mereka murni bersifat atas nama pribadi, dan melarang mereka menggunakan atribut, logo, atau nama Greenpeace untuk kepentingan politik praktis masing-masing.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran, hasil pencarian pemberitaan media massa, dan pernyataan resmi dari PDIP maupun Greenpeace, tidak ada yang dapat mengonfirmasi kebenaran bahwa tiga aktivis Greenpeace merupakan anggota PDIP.

Utas dengan narasi yang menyebut para aktivis tersebut sebagai kader PDIP sejak 2025 adalah informasi bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Hingga saat ini tidak ada konfirmasi terkait narasi tersebut. Baik itu berdasarkan keterangan resmi PDIP atau Greenpeace Indonesia.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA POLITIK atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto