Menuju konten utama

Ribuan Warga Sumsel Mengidap Pneumonia Akibat Asap Karhutla

Ribuan pasien pneumonia itu hanya sepanjang periode karhutla pada Agustus-November 2026.

Ribuan Warga Sumsel Mengidap Pneumonia Akibat Asap Karhutla
Foto udara kawasan Musi II yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada 5 September 2026 pukul 10.00 WIB, sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Papua Selatan bergerak ke arah barat laut–utara, sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utara–timur laut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 1.107 warga Sumatra Selatan mengidap pneumonia akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rata-rata pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena tingkat penyakit tinggi.

Ribuan pasien pneumonia itu hanya sepanjang periode karhutla pada Agustus-November 2026. Jumlahnya naik drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya pada tahun ini.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Sumsel, penderita pneumonia terbanyak berada di Palembang berjumlah 433 kasus, disusul Lubuklinggau 149 kasus, Musi Banyuasin 148 kasus, dan Muara Enim 122 kasus. Pasien pneumonia juga tersebar di kabupaten dan kota lain dengan jumlah beragam mulai 2 hingga 36 kasus.

"Kami catat ada 1.107 kasus pneumonia di Sumsel sepanjang periode karhutla atau Agustus hingga November tahun ini," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, Rabu (4/11/2026).

Menurut dia, pasien pneumonia mayoritas memerlukan penanganan serius karena penyakit ini merupakan infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru-paru yang menjadi salah satu bentuk komplikasi lanjut dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling diwaspadai. Hal ini terbukti dari tren rawat inap bagi pasien penyakit ini di rumah sakit sangat tinggi.

Dari 581 pasien berbagai jenis penyakit pernapasan yang menjalani rawat inap di RS di Sumsel sepanjang 12 Oktober hingga 3 November 2026, 50 persen di antaranya berasal dari pasien pneumonia yang berjumlah 289 pasien. Kemudian, pasien ISPA yang dirawat sebanyak 215 orang atau 37 persen dan pasien penyakit pernapasan lainnya berjumlah 77 orang atau 13 persen.

"Tren rawat inap pasien pneumonia mendomisasi dibanding penyakit pernapasan lain, tercatat 50 persen," kata dia.

Ira menyebut pasien pneumonia umumnya berasal dari kelompok umur lima tahun ke atas. Namun kelompok umur anak di bawah lima tahun memerlukan perlindungan serius dari paparan asap sehingga tidak menambah daftar pasien dari kalangan ini.

"Bagi lansia dan penderita asma harus menjadi prioritas, pemantauan harus lebih intensif untuk mencegah komplikasi," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KASUS KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama