Reruntuhan Ingatan Ketika Kemarau di Waduk Jatigede

Tanah kering yang pernah menjadi lahan pertanian di kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Warga melintas di atas tanah kering yang pernah menjadi lahan persawahan di kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Reruntuhan puing bekas bangunan di sekitar waduk Jatigede yang kering di kawasan Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Reruntuhan puing bekas bangunan di sekitar waduk Jatigede yang kering di kawasan Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Warga melintas di area bekas pemukiman di kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Puing reruntuhan bangunan menyisakan landmark SD Negeri Cipaku di lahan bekas pemukiman di kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Pose Yanto (53) di reruntuhan bangunan bekas rumahnya di kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Pose Zamroni (53) di atas puing bekas bangunan rumahnya di kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Sebuah perahu yang terdampar di daratan sekitar waduk Jatigede yang mengering di kawasan Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Warga menimba air bersih di sumur bekas pemukiman kawasan waduk Jatigede, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Tiga tahun silam, pembangunan Waduk Jatigede telah menenggelamkan 28 desa. Kini, Waduk Jatigede menyusut dan kemarau membangkitkan ingatan dari reruntuhan rumah warga Desa Cipaku yang tenggelam.
19 September 2018
Terik matahari begitu menyengat permukaan kulit ketika menjejaki area Waduk Jatigede di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Jawa Barat. Waduk yang mampu menampung 980 juta meter kubik air dengan luas 41,22 kilometer persegi kini menyusut sejauh 300 meter dari batas air di Desa Cipaku akibat kemarau.

Hamparan retakan tanah lumpur yang mengering hingga reruntuhan puing rumah bekas pemukiman adalah kondisi Waduk Jatigede saat ini. Tiga tahun silam pembangunan Waduk Jatigede telah menenggelamkan 28 desa dan salah satunya adalah Desa Cipaku. Yanto, seorang warga yang sempat tinggal di Desa Cipaku mengungkapkan ingatan kerinduannya atas rumah kelahirannya yang kini tenggelam akibat perluasan pembangunan Waduk Jatigede.

Kemarau telah membangkitkan ingatan para warga atas rumah kelahiran mereka lewat kemunculan reruntuhan puing-puing di area Waduk Jatigede. tirto.id/Andrey Gromico
DarkLight