Menuju konten utama

Polisi Dalami Malfungsi Rem Truk Molen Bekasi, Sopir Ditangkap

Polisi mendalami dugaan rem blong truk molen yang menabrak halte di Bekasi hingga menewaskan 6 orang. Sopir ditangkap untuk pemeriksaan.

Polisi Dalami Malfungsi Rem Truk Molen Bekasi, Sopir Ditangkap
Petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengatur lalu lintas di lokasi tempat kejadian perkara truk molen menabrak sejumlah warga di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan truk molen yang menabrak halte di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026) sore.

Dugaan sementara, kecelakaan yang menewaskan enam orang tersebut dipicu malfungsi sistem pengereman kendaraan.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Joko Sembodo, mengatakan pengemudi truk telah ditangkap dan dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan.

"Sopir sudah kita amankan," kata Joko saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Joko mengatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, polisi menduga terdapat gangguan pada fungsi rem truk molen tersebut.

"Untuk penyebab masih dalam penyelidikan, dugaan sementara malfungsi rem," ujarnya.

Kronologi Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi

Kecelakaan terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Truk molen dilaporkan menabrak 12 orang yang sedang menunggu bus di halte. Enam orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengatakan truk melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang.

Berdasarkan keterangan pengemudi dan sejumlah saksi, truk mulai tidak terkendali ketika melintasi jalan menurun di jembatan depan kampus BSI.

“Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman,” kata Rojali di lokasi kejadian, Minggu (1/11/2026), dilansir Antara.

Rojali menjelaskan pengemudi sempat berupaya menghentikan kendaraan dengan menabrakkan truk ke tembok gerbang kampus BSI. Namun, upaya tersebut tidak berhasil hingga truk bermuatan adonan semen itu menabrak orang-orang yang berada di halte.

“Korban saat kejadian memang sedang menunggu bus di halte. Enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Rojali.

Enam korban meninggal dunia telah dievakuasi ke dua rumah sakit. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang, sedangkan lima korban lainnya dibawa ke RSUD Kota Bekasi.

Sementara itu, enam korban luka-luka menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Empat korban dirawat di RS Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawa Panjang.

“Total korban ada 12 orang, terdiri atas perempuan, laki-laki, hingga anak-anak,” katanya.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Dipna Videlia Putsanra