tirto.id - Penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Aceh, berujung bentrok antara warga dan aparat TNI pada Rabu (4/11/2026). Insiden yang terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia dan belasan orang luka-luka.
Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), peristiwa bermula saat Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait hendak menertibkan bendera yang dikibarkan di meunasah dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Aparat keamanan mengklaim telah menempuh jalur persuasif melalui mediasi dengan panitia penyelenggara sebelum penertiban.
"Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya," tulis Dispenad dalam rilis resminya, Kamis (5/11/2026).
Pada saat bersamaan, aparat TNI AD juga mengantisipasi rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Melalui patroli dan komunikasi sosial, kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i di Desa Cubo.
Eskalasi di Desa Pulo Keunari meningkat ketika penertiban berlangsung. Sejumlah warga melempar batu dan kayu ke arah personel TNI, serta beberapa di antaranya membawa senjata tajam. Aparat sempat berupaya menenangkan massa dengan perlengkapan pengendalian huru-hara.
"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan amunisi hampa, kemudian amunisi karet," terang Dispenad.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama Abzalul Riza (warga Desa Dayah Gampong Baro) dan 13 orang luka-luka. Sementara dari pihak TNI, enam personel dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan medis.
Jenazah korban meninggal dunia telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di tempat pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru.
"TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih," sebut Dispenad.
Dispenad menambahkan dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.
"Setiap tindakan di lapangan dilaksanakan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keselamatan masyarakat dan personel," pungkas Dispenad.
Hingga Kamis (5/11/2026) subuh pukul 04.30 WIB, situasi di lokasi dilaporkan telah berangsur kondusif meski personel TNI tetap disiagakan untuk memantau perkembangan stabilitas keamanan.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































