tirto.id - Paus Leo XIV dinyatakan tidak memerlukan pengobatan lanjutan setelah menjalani operasi kanker paru-paru di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia.
Kepastian tersebut disampaikan tim dokter pada Rabu (21/10/2026), setelah hasil pemeriksaan akhir terhadap jaringan yang diangkat selama operasi mengonfirmasi bahwa penyakit yang diderita Paus Leo XIV merupakan adenokarsinoma paru yang masih terlokalisasi.
Kabar ini menjadi perkembangan positif bagi kondisi kesehatan Paus Leo XIV, yang sebelumnya harus menjalani operasi untuk mengangkat benjolan di paru-paru kanannya. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, ia diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Sabtu (17/10/2026) dan mulai kembali menjalankan tugas-tugas kepausan secara bertahap.
Meski telah dinyatakan tidak membutuhkan terapi kanker lanjutan, proses pemulihan pascaoperasi tetap menjadi perhatian, terutama menjelang rencana perjalanan apostoliknya ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada November mendatang.
Hasil Pemeriksaan Pastikan Kanker Masih Terlokalisasi
Kantor Pers Takhta Suci Vatikan menyampaikan perkembangan terbaru kondisi kesehatan Paus Leo XIV pada Rabu (21/10/2026). Pengumuman tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan akhir dan analisis jaringan yang diangkat saat operasi.
Dua dokter yang menangani Paus Leo, yakni Dr. Luigi Carbone dan Profesor Stefano Margaritora, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma paru. Mereka juga memastikan bahwa penyakit tersebut masih terlokalisasi.
“Hasil pemeriksaan telah mengonfirmasi bahwa kondisi tersebut merupakan adenokarsinoma paru dan penyakitnya masih terlokalisasi,” demikian keterangan tim dokter seperti diberitakan NBC News (22/10/2026).
Setelah pemeriksaan tersebut, evaluasi onkologi lanjutan dilakukan untuk menentukan apakah Paus Leo membutuhkan perawatan tambahan. Hasil evaluasi menyimpulkan bahwa terapi lanjutan tidak diperlukan.
“Evaluasi onkologis lanjutan memastikan bahwa tidak diperlukan terapi tambahan apa pun,” bunyi pernyataan tersebut.
Kepastian tersebut menjadi kabar baik setelah sebelumnya diagnosis kanker paru-paru menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Paus Leo dan dampaknya terhadap agenda kepausan.
Meski tidak diperlukan terapi tambahan bukan berarti proses pemulihan telah sepenuhnya selesai. Paus Leo tetap perlu mengikuti arahan dokter selama masa pemulihan pasca operasi.
Berawal dari Benjolan di Paru-paru
Masalah kesehatan Paus Leo XIV mulai diketahui setelah pemeriksaan medis menemukan lesi nodular atau benjolan kecil di paru-paru kanannya. Benjolan tersebut ditemukan ketika ia menjalani pemeriksaan medis rutin.Nodul paru-paru merupakan benjolan kecil yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan. Keberadaan nodul tidak selalu menandakan kanker karena sebagian dapat disebabkan oleh kondisi nonkanker. Namun, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sifat jaringan tersebut.
Setelah berkonsultasi dengan tim medis, Paus Leo memutuskan menjalani operasi untuk mengangkat benjolan tersebut.
“Para dokter berpendapat bahwa langkah terbaik adalah mengambil tindakan. Jadi, mengikuti saran mereka, saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan nodul tersebut,” ujar Paus Leo dalam sambutannya saat pemberkatan hari Minggu (11/10) siang.

Operasi Pengangkatan Jaringan Kanker Berlangsung Sukses
Paus Leo XIV menjalani operasi di Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada 13 Oktober 2026. Prosedur tersebut dipimpin oleh Profesor Stefano Margaritora, ahli bedah toraks, bersama tim medis rumah sakit.Dalam tindakan tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus Leo menggunakan teknik bedah berbantuan video. Lobus merupakan bagian utama penyusun paru-paru, sedangkan pengangkatan jaringan yang terdampak bertujuan menghilangkan bagian yang menjadi sasaran operasi.
Menurut keterangan yang disampaikan sebelumnya oleh Vatikan, Paus Leo berada di ruang operasi selama sekitar tiga jam, sedangkan prosedur pembedahan berlangsung kurang lebih 90 menit. Operasi dilaporkan berjalan sukses tanpa komplikasi.
Pemeriksaan jaringan selama operasi telah mengarah pada diagnosis adenokarsinoma paru, sesuai dengan kecurigaan berdasarkan pemeriksaan sebelum operasi. Setelah tindakan selesai, Paus Leo dilaporkan sadar kembali secara normal dan dipindahkan ke kamarnya di lantai 10 Rumah Sakit Gemelli.
Paus Leo Kembali Menjalankan Aktivitas Kepausan
Setelah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Sabtu (17/10/2026), Paus Leo XIV mulai kembali menjalankan aktivitas publik secara bertahap. Pada Minggu (18/10/2026), ia menyampaikan doa Angelus dari jendela apartemen kepausan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendoakan kesembuhannya serta kepada dokter, perawat, dan staf Rumah Sakit Gemelli yang merawatnya.
Ia mengatakan pengalaman menghadapi penyakit membuatnya merasa lebih dekat dengan orang-orang yang sedang mengalami sakit dan kondisi tubuh yang lemah. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap mereka yang tengah menghadapi masa sulit karena masalah kesehatan.
“Pengalaman ini membuat saya merasa sangat dekat dengan semua orang yang sedang mengalami penyakit dan kondisi lemah,” kata Paus Leo.
Ia juga menyatakan akan secara bertahap kembali menjalankan aktivitasnya dengan pertolongan Tuhan dan dukungan doa umat.
“Setelah melewati fase sulit ini, seperti yang Anda ketahui, saya sekarang akan melanjutkan aktivitas saya secara bertahap, selalu dengan pertolongan Tuhan dan doa Anda,” ucapnya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































