Menuju konten utama

Pasukan 1000 Janda, Kisah Malahayati dan Ketangguhan Perempuan

Kisah dalam film Pasukan 1000 Janda membalikkan asumsi umum tentang perempuan yang sering dipandang sebagai sosok lemah dan butuh perlindungan.

Pasukan 1000 Janda, Kisah Malahayati dan Ketangguhan Perempuan
Para pemain film Pasukan 1000 Janda berfoto bersama di depan poster lukis film tersebut usai sesi wawancara bersama awak media di Dharmawangsa Studio, Jakarta, pada Jumat (23/10/2026). (FOTO/Dok. Aldo Rangga Putra)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Film Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada 12 November 2026. Mengambil latar peristiwa sejarah pada tahun 1599, film karya sutradara Archie Hekagery ini mengisahkan perjuangan Laksamana Malahayati bersama rakyat Aceh dalam melawan kolonialisme di Nusantara.

Kisah Pasukan 1000 Janda sekaligus menampilkan ketangguhan perempuan Nusantara, khususnya Aceh, pada masa lalu. Di bawah komando Laksamana Malahayati, sejumlah perempuan menjelma menjadi pasukan pilih tanding.

Bersama pasukan Inong Balee yang terdiri dari para janda pahlawan Aceh, Malahayati mengobarkan perang melawan bala tentara armada Belanda dan Portugis. Pada 1599, Malahayati bahkan membikin pentolan armada dagang Belanda, Cornelis de Houtman, tumpas dalam sebuah duel di atas geladak kapal.

Bagi para pemeran film Pasukan 1000 Janda, kisah perjuangan Laksamana Malahayati menegaskan bahwa kaum perempuan juga mampu menjadi tulang punggung kekuatan dalam menghadapi ancaman terhadap keluarga dan tanah air.

Ully Triani yang memerankan karakter Farida menyatakan kisah dalam Pasukan 1000 Janda membalikkan asumsi umum tentang perempuan yang sering dipandang sebagai sosok lemah dan butuh perlindungan.

"Di film ini, kapasitas perempuan jauh lebih dari yang kita bayangkan. Justru mereka yang melindungi, mereka yang berperang. Mereka menjaga rumah dan tanah mereka dari orang-orang yang akan mengambilnya," kata Ully.

Ully pun menyinggung makna "janda" dalam film tersebut. Ia menilai sebutan janda kerap berkonotasi negatif, padahal status itu bisa bermula dari hilangnya orang-orang tercinta.

Dalam film ini, para perempuan yang kehilangan suami dan anak akibat perang melawan penjajah justru bangkit menjadi kekuatan tangguh bersama Laksamana Malahayati.

"Perempuan-perempuan ini menjadikan kehilangan itu sebagai sebuah kekuatan yang akhirnya bisa dipakai untuk membantu Malahayati melawan orang-orang Eropa yang ingin menjajah dan merebut tanah mereka," jelas Ully.

Pemain lainnya, Syaura Salsabila menimpali bahwa ia merasa punya kemiripan dengan karakter yang diperankannya. "Karena emang aku sejujurnya mirip banget dengan karakter yang ada di film," ujar pemeran karakter bernama Gema tersebut.

Mempopulerkan Sosok Laksamana Malahayati

Film Pasukan 1000 Janda

Para pemain film Pasukan 1000 Janda saat sesi wawancara bersama awak media di Dharmawangsa Studio, Jakarta, pada Jumat (23/10/2026). (FOTO/Dok. Saskia Ramadhaty Putri)

Atiqah Hasiholan yang memerankan Laksamana Malahayati mempertanyakan kenapa sosok pahlawan perempuan Aceh itu belum banyak dikenal. Padahal, Malahayati mempunyai andil besar dalam sejarah perlawanan rakyat Nusantara terhadap penjajahan.

Ia pun mengaku belum memiliki pengetahuan mendalam tentang sosok sang laksamana sebelum terlibat di film Pasukan 1000 Janda. Atiqah sendiri baru mengenal tokoh itu setelah Malahayati ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2017.

Ully menambahkan, minimnya referensi terkait Laksamana Malahayati sempat menyulitkan para pemeran saat melakukan riset karakter.

"Sebetulnya kita juga sebagai pemain ketika riset tentang Laksamana Malahayati, tidak banyak literatur-literatur yang muncul. Jadi, agak sedikit susah, terbatas cerita-cerita tentang Laksamana Malahayati ini," ujar dia.

Dengan kehadiran film Pasukan 1000 Janda, diharapkan makin banyak masyarakat yang mengenal sosok Laksamana Malahayati dan sejarah perjuangannya.

Pemeran tokoh Achille Marozzo dalam film tersebut, Vincent Verhaag, mengharapkan pandangan masyarakat tentang sejarah perjuangan bangsa akan bertambah luas dengan mengenal sosok-sosok pahlawan yang belum terlalu populer seperti Malahayati.

"Pahlawan ada di setiap sudut Indonesia, cuma sayangnya mungkin belum terdengar saja," katanya.

Penulis: Aldo Rangga Putra

Baca juga artikel terkait FILM atau tulisan lainnya dari Tirto Creative Lab

tirto.id - Film
Penulis: Tirto Creative Lab