tirto.id - Dua anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia terpilih untuk masa jabatan 2026–2031, Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman, resmi mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Prosesi pengucapan sumpah tersebut dipandu langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, Sunarto.
Pengangkatan resmi keduanya tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Peresmian Anggota Badan Pemeriksa Keuangan.
Pelaksanaan pelantikan ini juga merujuk pada ketentuan Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, yang mewajibkan setiap anggota BPK mengucapkan sumpah atau janji menurut agama masing-masing sebelum memangku jabatan resminya.
"Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman ditetapkan sebagai Anggota BPK terpilih setelah melalui rangkaian uji kelayakan dan kepatuhan [fit and proper test] calon anggota BPK periode 2026-2031 yang diselenggarakan DPR RI dengan memperhatikan pertimbangan DPD RI," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK, Teguh Widodo, dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (3/11/2026).
Sebelumnya, persetujuan atas pencalonan kedua tokoh tersebut telah diketok dalam Rapat Paripurna DPR ke-9 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 pada 6 Oktober 2026 lalu.
Pengesahan itu termaktub dalam Surat Nomor T/1390/PW.02/10/2026 tentang Persetujuan DPR RI terhadap Calon Anggota BPK RI Periode 2026–2031.
Bagi Nyoman Adhi Suryadnyana, pelantikan ini menandai periode jabatan keduanya di lembaga pemeriksa keuangan negara, setelah sebelumnya sukses merampungkan masa bakti sebagai Anggota I BPK periode 2021–2026.
Sementara itu, Khaidir Abdurrahman merupakan figur berlatar belakang politisi dan mantan legislator parlemen yang juga pernah mengemban amanah strategis sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan di PT Asabri (Persero).
Dengan tuntasnya prosesi pengucapan sumpah jabatan ini, Nyoman dan Khaidir akan segera bergabung memperkuat formasi kepemimpinan BPK bersama enam anggota pimpinan lainnya, yakni Isma Yatun, Budi Prijono, Daniel Lumban Tobing, Akhsanul Khaq, Bobby Adhityo Rizaldi, dan Slamet Edy Purnomo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Mochammad Fajar Nur
Masuk tirto.id







































