Menuju konten utama

Menteri ESDM Klaim Telah Teken Izin Sumur Rakyat di Aceh

Bahlil mengklaim saat menjabat Menteri ESDM, ia langsung mengizinkan masyarakat untuk mengelola sumur minyak.

Menteri ESDM Klaim Telah Teken Izin Sumur Rakyat di Aceh
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengklaim telah meneken perizinan sumur rakyat di Aceh. Penekenan perizinan tersebut dilakukan agar lifting masyarakat dapat meningkat.

Ia mengaku hendak mengecek terlebih dahulu berapa total volume minyak yang dapat di-lifting setelah perizinan sumur rakyat di Aceh diteken.

"Saya lagi menandatangani yang untuk Aceh. Sudah tentu dengan produksi ini mampu kami menjamin rakyat dalam mengelola usaha sumur-sumur mereka," kata Bahlil di Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

"Ini juga bisa meningkatkan lifting. Nah, jumlahnya berapa? Nanti saya cek lagi terakhirnya berapa ya," lanjut Bahlil.

Menurut dia, banyak pihak yang mengira komoditas minyak hanya dikelola perusahaan nasional maupun perusahaan asing. Namun, Bahlil mengklaim masyarakat juga dapat mengelola minyak dengan syarat sesuai peraturan yang ada. Salah satunya, yakni melalui sumur rakyat.

Bahlil mengatakan masyarakat telah mengelola minyak di sejumlah daerah sejak sebelum Indonesia merdeka.

"Ada sumur-sumur rakyat di daerah Sumatera, daerah Jawa, daerah Aceh, itu yang sebelum Indonesia merdeka, mereka itu sudah berusaha dengan sumur-sumur minyak yang di belakang rumah mereka," sebut dia.

Bahlil mengakui aparat sempat menindak masyarakat yang mengelola minyak. Sebab, pengelolaan minyak oleh masyarakat kala itu masih tergolong ilegal.

Total, ada 43 ribu sumur yang dikelola rakyat. Bahlil mengklaim saat menjabat Menteri ESDM, ia langsung mengizinkan masyarakat untuk mengelola sumur minyak.

Dalam satu hari, masyarakat disebut dapat mengangkat sekitar 4-5 barel dari sumur masing-masing. PT Pertamina disebut membeli minyak itu dengan harga bersaing.

"Satu hari mereka satu sumur bisa dapat 4-5 barel. Satu barel itu 159 liter. Harga ICP [Indonesian Crude Peice]-nya sekarang 80 persen dari ICP untuk orang beli dan dibeli di Pertamina," tutup Bahlil.

Baca juga artikel terkait BAHLIL LAHADALIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama