Menuju konten utama

Menperin: Lulusan SMK Salah Satu Penyumbang Pengangguran

Kondisi itu disebut tercermin dari banyaknya lulusan SMK yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Menperin: Lulusan SMK Salah Satu Penyumbang Pengangguran
Menteri Perindustrian M Sarmuji bersama Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). tirto.id/Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, menyoroti persoalan penyerapan tenaga kerja lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di tanah air yang hingga saat ini dinilai belum berjalan maksimal.

Menurut dia, terdapat kesenjangan antara kesiapan kerja lulusan SMK dengan kebutuhan industri. Kondisi itu disebut tercermin dari banyaknya lulusan SMK yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

"Agak menjadi ironi SMK-SMK kita yang sebenarnya diharapkan bisa siap masuk ke dunia kerja, tetapi fakta menunjukkan kontradiksi yang cukup membuat kita pusing semuanya," tuturnya dalam acara Rapimnas Kadin di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

"SMK kita termasuk salah satu yang menjadi sumber dari pengangguran yang ada di Indonesia," lanjut dia.

Sarmuji mengatakan sejumlah SMK yang berada di bawah pembinaan Kemenperin sejatinya telah memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja.

Ia mengklaim beberapa murid SMK di bawah binaan Kemenperin mendapatkan panggilan pekerjaan dari perusahaan industri sebelum menyelesaikan pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Sarmuji mempertanyakan kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan industri. Utamanya, dalam sekolah kejuruan yang berada di luar pembinaan langsung Kementerian Perindustrian.

"Kami mengunjungi beberapa SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian sangat siap untuk masuk ke industri. Bahkan belum lulus sudah banyak dipesan oleh industri," ujarnya.

"Pertanyaannya, bagaimana dunia pendidikan secara umum ada link and match dengan industri kita?" lanjut Sarmuji.

Ia menambahkan Kemenperin mendorong adanya perbaikan dalam sistem pendidikan sekolah kejuruan. Sebab, lulusan SMK dapat berguna untuk diberdayakan mengingat terdapat bonus demografi Indonesia yang diperkirakan berlangsung hingga 2035.

"Kita harapkan ada perubahan yang signifikan, di mana bonus demografi kita yang saat ini terjadi hingga tahun 2035 betul-betul menjadi bonus, bukan menjadi beban bagi Indonesia yang sekarang sedang tumbuh lebih tinggi lagi," urai Sarmuji.

Baca juga artikel terkait KEMENPERIN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama