Zulkifli Hasan

Ketua MPR RI (2014 - 2019)
LahirLampung, Indonesia, 17 Mei 1962
ProfesiKetua MPR RI (2014 - 2019)
Karier
  • Ketua MPR RI (2014-2019)
Pendidikan
  • S2 Sekolah Tinggi Manajemen PPM
  • S1 Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana
  • SMA Negeri 53 Jakarta

Zulkifli Hasan adalah Ketua MPR RI periode 2014 – 2019 menggantikan Sidarto Danusubroto. Sebelumnya, ia menduduki jabatan sebagai Menteri Kehutanan sejak 2009 hingga 2014. Penerima gelar Doktor Kehormatan bidang Administrasi Publik dari Universitas Sejong, Korea ini juga pernah berkiprah sebagai anggota DPR RI mewakili Fraksi PAN selama lima tahun sejak 2004. Sementara itu, di dalam PAN Zulkifli selama 2005 – 2010 memegang jabatan internal partai sebagai sekretaris jenderal.

Setelah tamat SMA tahun 1982, Zulkifli kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana Jakarta dengan biaya sendiri. Selepas menamatkan pendidikan S1, ia mencoba bekerja di beberapa lembaga. Zulkifli lantas memutuskan untuk melanjutkan lagi pendidikannya. Ia memilih program Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta dan lulus pada 2003.

Sebelum merambah karier di bidang politik, pria berusia 54 tahun ini awalnya adalah seorang PNS yang beralih profesi menjadi wirausahawan. Meskipun pernah dicibir teman-temannya karena memutuskan berhenti sebagai PNS, Zulkifli tak acuh serta tetap bertekad menjadi pemimpin yang juga memiliki penghasilan besar. Usaha yang perlahan ia rintis pun tidak sia-sia. Ia pernah menduduki posisi penting sebagai presiden direktur dari sejumlah perusaahan, seperti PT Batin Eka Perkasa (1988 – 2004), PT Panamas Mitra Inti Lestari ( 1997 – 2004), dan PT Sarana Bina Insani (2000 – 2004). Selain itu, ia memangku jabatan sebagai Komisaris PT Hudaya Safari Utama periode 2000 – 2006. Sejak 2004 – 2005 Zulkifli akhirnya menjabat sebagai komisaris utama di PT Batin Eka Perkasa.

Meski dunia wirausaha tidak ditinggalkan sepenuhnya, pada tahun 2000 Zulkifli mulai menjajal kariernya di bidang politik. Ia mengawalinya dengan bergabung di Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM Jakarta dan terpilih sebagai ketua sampai tahun 2005. Pada masa itu pula Zulkifli menduduki posisi struktural di partai yang menaunginya. Periode 2000 – 2005 ia dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Departemen Logistik di DPP PAN. Posisi itu pula yang akhirnya mengantar Zulkifli Hasan menjadi Ketua Fraksi PAN di DPR periode 2005 – 2009. Selaku anggota dewan, Zulkifli ditempatkan di Komisi VI yang membidangi perhubungan dan infrastruktur.

Perjalanan politik Zulkifli melaju cepat bersama PAN. Untuk itulah, ketika Kongres PAN diadakan pada 2015 lalu Zulkifli secara resmi mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum PAN. Zulkifli Hasan kemudian terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2015 -2020. Diangkatnya Zulkifli sebagai ketua umum dalam Kongres PAN yang dihelat di Bali itu melalui pemungutan suara. Zulkifli Hasan unggul dengan perolehan suara sebanyak 292, sedangkan Hatta Radjasa sebagai saingannya mendapat 286 suara.

Karier Zulkifli Hasan di dunia politik bukannya tanpa halangan. Nama Ketua MPR RI ini pernah mencuat dalam sidang kasus dugaan tindak pidana suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau pada tahun 2014. Keterlibatan Zulkifli Hasan disebut ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009 - 2014. Dalam sidang tersebut, Zulkifli dikatakan memberi tanda persetujuan terhadap sebagian kawasan hutan menjadi bukan hutan yang diajukan Gubernur Riau saat itu, Annas Maamun. Sementara itu, Zulkifli sendiri sudah dua kali diperiksa terkait kasus hutan yang terjadi di Riau dan Bogor.