Muhammad Sani

LahirParit Mangkil, 5 November 1942
Profesi
Karier
  • Camat Bintan Timur Kecamatan (1980-1982)
  • Kabag Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Riau Kabupaten (1982-1985)
  • Kepala Binsos Setwilda Riau Provinsi (1993-1995)
  • Sekretaris Wilayah Kodya Batam Kota (1995-1999)
  • Inspektur Wilayah Provinsi Riau Provinsi (1999-2001)
  • Pejabat Bupati Karimun Bupati Karimun (2001-2005)
  • Wakil Gubernur Kepulauan Riau Provinsi (2005-2010)
  • Gubernur Kepulauan Riau Provinsi (2010-2015)
  • Gubernur Kepulauan Riau Provinsi (2016-2016)
  • Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Bintan Timur Kecamatan (1967-1969)
  • Wali Kota Tanjung Pinang Kota (1985-1993)
  • Camat Mandau Kecamatan (1973-1976)
  • Kabag Personalia Kota Pekanbaru Kota (1976-1978)

Drs. H. Muhammad Sani terpilih sebagai Gubernur Kepulauan Riau menggantikan Ismeth Abdullah dalam pemilihan gubernur langsung pada tahun 2010 dan terpilih kembali untuk periode kedua (2016-2021) pada Pilkada Serentak tahun 2015. Ia lahir di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, pada 11 Mei 1942.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Riau , ia menjabat sebagai wakil Gubernur Kepulauan Riau pada periode sebelumnya mendampingi Gubernur Ismeth Abdullah. Peraih Satya Lencana Bintang Melati tahun 2003 dan Satya Lencana Pembangunan pada tahun 2004 oleh Presiden Republik Indonesia ini juga pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Karimun pada tahun 2001 hingga 2005.

Muhammad Sani terlahir sebagai anak petani yang menggumuli hidup dalam berbagai keterbatasan. Sikap pekerja keras dan pantang menyerah sudah ditanamkan orang tuanya sdini mungkin. Sejak kecil Muhammad Sani sudah sudah terbiasa menghadapi kerasnya kehidupan. Saat anak-anak seusianya lebih banyak bermain, Sani malah menghabiskan waktunya di kebun karet dan kelapa sawit. Ia bekerja menoreh getah, mengumpulkan daun pinang kering, menjadi pemungut bola tenis dan mendorong gerobak menjual air keliling kampung dilakoninya demi membantu ekonomi keluarga. Upah hasil kerja kerasnya itu juga dipakaiuntuk membayar biaya sekolahnya.

Masa yang cukup kelam pernah menghampiri Muhammad Sani ketika dia nyaris tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Beruntung, seorang kepala penjara dari Pekan Baru datang berkunjung ke Tanjung Balai Karimun dan bertemu dengan orang tua Muhammad Sani. Kepala penjara ini menaruh simpati setelah melihat keadaan keluarganya yang serba terbatas. Sani kemudian dibawa ke Pekanbaru lalu disekolahkan di ibukota Provinsi Riau ini. Di kota ini, Sani pernah bekerja sebagai penghitung tamu di kantor kecamatan dan membuat amplop dari kertas bekas.

Hidup yang lebih baik mulai nampak setelah Sani berhasil menamatkan sekolahnya dari Akademi Pendidikan Dalam Negeri (APDN) Pekanbaru pada tahun 1972. Setelah tamat APDN, dia ditunjuk sebagai Camat Mandau sejak 1973-1976. Kemudian pada tahun 1976-1978 dia memegang jabatan sebagai Kepala Bagian Personalia sebelum melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Setelah menyelesaikan pendidikan strata-1 di IIP, Muhammad Sani kemudian ditunjuk sebagai Camat Bintan Timur pada 1980-1982. Setelah itu ia ditunjuk sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Riau sejak 1982-1985.

Jabatan terakhirnya dilakoni selama delapan tahun (1985-1993). Setelah itu Muhammad Sani kemudian dipercaya untuk memimpin Kota Administratif Tanjungpinang. Saat dia memimpin di sana, Kota Tanjungpinang tumbuh menjadi kota perdagangan dan jasa serta tujuan wisata yang banyak diminati. Pada tahun 1993-1995, dia ditarik oleh Gubernur Riau sebagai Kepala Biro Binsos Setwilda Tk.I Riau. Kemudian Muhammad Sani ditugaskan sebagai Sekretaris Wilayah Kodya Batam yang dijabatnya selama lebih kurang empat tahun yaitu dari tahun 1995-1999.Dua tahun berikutnya yakni 1999-2001, dia ditunjuk sebagai Inspektur Wilayah Provinsi Riau yang sekaligus menjabat sebagai Pejabat Bupati Karimun 1999-2000.

Pada tahun 2001, Muhammad Sani mengundurkan diri sebagai Inspektur Wilayah Provinsi Riau karena akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Karimun. Berkat pengalamannya yang luas di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, Muhammad Sani mendapat kepercayaan dari masyarakat Karimun sebagai Bupati Karimun defintif yang pertama.

Tokoh yang terkenal dengan gerakan empat Azamnya dalam membangun Karimun ini, telah membawa daerah yang dulunya terbatas dari segi infrastruktur menjadi daerah yang maju. Sektor infrastruktur, pertanian, perikanan, perdagangan dan jasa, serta pariwisata terus mengalami pertumbuhan. Sehingga tidak heran dalam dua tahun kepemimpinannya secara berturut-turut pada tahun 2003 dan 2004, dia dianugerahi Satya Lencana Bintang Melati dan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia.

Pelan tapi pasti, berkat kepiawaiannya mengelola kekayaan Karimun, tangga menuju orang nomor satu di Kepulauan Riau semakin terbuka lebar. Muhammad Sani memang berhasil memikat perhatian Ismeth Abdullah untuk meminangnya sebagai Calon Wakil Gubernur guna bertarung di dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau pada Juni 2005.

Setelah melalui serangkaian proses pilkada yang berlangsung aman, mayoritas masyarakat Kepulauan Riau memilih pasangan Ismeth Abdullah dan Muhammad Sani sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang pertama dan dilantik pada 18 Agustus 2005. Karir Muhammad Sani kemudian makin menjulang setelah duduk menjadi orang nomor satu sebagai Gubernur Provinsi Riau periode 2010-2015.

Dalam berbagai kesempatan, Muhammad Sani selalu menekankan bahwa kesulitan dan kesusahan yang dialami seorang manusia adalah “Golden Moment” yang bisa dimanfaatkan. Asalkan manusia dengan ikhlas menerimanya, sabar menjalaninya, terus berusaha dan berbaik sangka maka buah-buah manis bakal kita nikmati di kemudian hari. Di usia senjanya, 73 tahun, Muhammad Sani tak mau berhenti membangun provinsinya, Kepulauan Riau. Maka setelah terpilih kembali untuk kedua kalinya, ia segera bergegas bekerja.