Mohamad Guntur Romli

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
LahirSitubondo, Jawa Timur, Indonesia, 17 Maret 1978
ProfesiKader Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Karier
  • Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Pendidikan
  • Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madur (1992-1997)
Mohamad Guntur Romli adalah seorang penulis, aktivis dan politisi muda Indonesia dari Partai Solidaritas Indonesia. Guntur Romli dikenal sebagai "anak ideologis" Gus Dur. 

Guntur Romli menyelesaikan pendidikan di Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura. Sejak meluluskan pendidikannya pada 1997, ia aktif menjadi guru bantu (ustadz) di almamaternya sekaligus kuliah di Pesantren Tinggi Al-Amien (PTA) dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STIDA) Al-Amien Fakultas Tarbiyah.

Ia juga pernah menjadi Penanggung Jawab untuk Majalah Bahasa Arab "Al-Wafa". Pada tahun 1998 memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir untuk melanjutkan studi-studi keislaman, dan ia masuk Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Falsafah Universitas Al-Azhar, Cairo Mesir.

Untuk kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaan, dia aktif di Nahdlatul Ulama (NU) Mesir, dari sebelumnya bernama Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Mesir hingga menjadi Pengurus Cabang Istimewa NU Mesir, dari tahun 1999 sampai 2004. Tahun 2002-2004 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PCI NU Mesir.

Pada 23 April 2013, Guntur dilaporkan oleh Koordinator Laporan Bela Islam (KORLABI) Damai Hari Lubis. Pria yang pernah menjadi anggota Panitia Penyambutan Imam Besar Rizieq Shihab ini mengaku, Guntur sudah melakukan penistaan agama.

Dalam cuitan di akun Twitternya, Guntur menuliskan bahwa Alquran bukan kitab suci dan Nabi Muhammad bukan manusia suci. Cuitan itu dilakukan pada tahun 2010 atau sekitar 8 tahun silam. Damai baru melapor karena mengaku baru mengetahuinya.