Dede Yusuf Macan Effendi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (2004 - 2008)
LahirJakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 14 September 1966
ProfesiAnggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (2004 - 2008)
Karier
  • Ketua Komixi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (2014-2019)
  • Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat (2008-2013)
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (2004-2008)
Pendidikan
  • SD Budi Waluyo Jakarta (1972-1978)
  • SMP Budi Waluyo Jakarta (1979-1981)
  • SMA Negeri 6 Jakarta (1981-1984)
  • Teknik Industri Universitas Trisakti Jakarta (Tidak tamat) (1985-1984)
  • Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Jakarta (Sarjana) (2005-2010)
  • Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran (Pasca Sarjana) (2011-2014)

Dede Yusuf sebelum terkenal sebagai aktor, dia sebenarnya sudah bersentuhan dengan dunia politik sejak tahun 1992. Ia mengenal politik lewat ormas, Kosgoro. Di dalam ormas bentukan Golkar tersebut dia berperan sebagai seorang pengurus pusat.

Akan tetapi, ketimbang fokus di politik dia lebih memilih berkecimpung di dunia hiburan Karirnya bermula pada tahun 1986, saat jadi cameo dalam film Catatan Si Boy besutan sutradara Nasri Cheppy. Debut pertamanya menarik perhatian. Dia pun semakin lebih mudah dikenal, hingga ditawari bermain pada film lain dan serial televisi. Acara televisi yang melambungkan namanya ialah “Jendela Rumah Kita” yang tayang di TVRI kisaran tahun 1989-1992.

Tak hanya menjadi aktor film dan serial televisi, Dede Yusuf juga mendapat tawaran menjadi presenter. Pada tahun 1992, Dede Yusuf menerima tawaran Ani Sumadi untuk memandu kuis Tak-Tik Boom Musim I. Kuis ini bertahan dengan rating teratas selama enam tahun, kisaran waktu antara tahun 1992-1998.

Dalam dunia film, Dede Yusuf memilih peran action ketimbang drama. Serial action yang dibintanginya ialah film berjudul “Jalan Makin Membara,”

Sebelum jadi aktor dia memang gemar berkecimpung dunia beladiri sejak dini. Olahraga seperti silat, karate, kungfu, kempo, jujitsu, dan taekwondo digelutinya. Di Taekwondo, Dede bahkan sempat menjadi atlet professional dan juara nasional pada kelas ringan dan kelas berat pada tahun 1984. Dia pun sempat masuk dalam tim nasional Taekwondo.

Sebagai seorang atlet beladiri, dia bercita-cita menjadi aktor laga besar seperti Bruce Lee.

Casting film laga pun dia ikuti hingga akhirnya mampu bersanding dengan bintang laga jaman dulu seperti Barry Prima, George Rudy, dan Advent Bangun.

Perannya di dunia perfilman semakin berkembang, dari yang awalnya cameo merembet jadi sutradara.  Dede Yusuf pernah membintangi dan sekaligus menyutradarai film berjudul “Reinkarnasi” diproduksi tahun 2000. Film bergenre drama laga ini berhasil meraih penghargaan sebagai Film Laga Terpuji di Festival Film Bandung tahun 2000.

Enam tahun sebelumnya, Dede pun berhasil memboyong Piala Vidia Madya di ajang Festival Film Indonesia tahun 1994. Film serial yang disuradarainya dengan judul “Sepeda Anak Pak Uztad” dipuji banyak pihak. Sebagai seorang artis gosip pun menghinggapi dirinya. Dia digosipkan merupakan anak tidak sah dari Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto.

Pasca reformasi, Dede memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Pada pemilu legislative 2004, dia akhirnya terpilih jadi anggpta DPR mewakili daerah pemilihan Jawa Barat IX meliputi Kuningan, Ciamis, dan Banjar. Sebagai orang Ciamis, wajar jika Dede menang di daerahnya sendiri.

Karir politiknya semakin menanjak saat dia dipinang untuk menemani Ahmad Heryawan dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2008. Dia pun menang dan terpilih sebagai Wakil Gubernur.

Pada Pilgub periode selanjutnya dia maju menantang sang petahana, Ahmad Heryawan. Sebelum maju, secara mengejutkan Dede berpindah haluan, bergabung dengan partai Demokrat dan meninggalkan PAN agar bisa dicalonkan sebagai calon gubernur. Meski sudah berpindah partai, dia tetap kalah.

Setelah mengakhiri karir di birokrasi dia kembali mencoba di jalur legislatif dengan menggunakan partai Demokrat dan maju di pemilu legislatif 2014. Popularitasnya di Jabar, membuat Dede melenggang mulus dengan perolehan suara 142.939 suara.

Selama aktif di dunia politik, Dede Yusuf memberi perhatian pada segi kepemudaan. Tak hanya bidang olahraga, ia juga mengembangkan gerakan pramuka dengan menjadi ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat. Terpilihnya ia menjadi ketua gerakan tersebut terjadi tahun 2010 dan ia terpilih secara aklamasi untuk kedua kalinya tahun 2015.

Dede Yusuf memperoleh penghargaan berupa Lencana Karya Bhakti karena kontribusinya pada dunia kepramukaan pada tahun 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendirilah yang menyematkan penghargaan tersebut kepada Dede Yusuf di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.