Aziz Syamsuddin

Wakil Komisi III DPR / MPR RI (2009-2014)
Lahir: Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 31 Juli 1970
Karir
  • Konsultan PT. AIA (1992-1993)
  • TREASURY PT.Panin Bank (1994-1995)
  • Advokat Gani djemat & patners,law Office (1995-2003)
  • Wakil Komisi III DPR / MPR RI (2004-2009)
  • Wakil Komisi III DPR / MPR RI (2009-2014)
Pendidikan
  • SDN JEMBER LOR III
  • SMPN III JEMBER
  • SMAN PADANG (1989)
  • EKONOMI, UNIV. KRISNA DWIPAYANA (1994)
  • HUKUM, UNIV. TRISAKTI (1994)
  • FINANCE, UNIV. WESTERN SYDNEY (1999)
  • HUKUM, UNIV. PADJADJARAN (2003)

DR. HM. Aziz Syamsudin, SH. adalah anggota DPR-RI Komisi III dari Fraksi Golkar. Pada pertengahan tahun lalu, pria kelahiran Surakarta, 31 Juli 1970 ini santer diberitakan sebagai bakal calon Gubernur orang nomor satu di Jakarta. Sejumlah spanduk dan sejenis pengumuman lainnya telah banyak disebar.

Namun, belakangan diketahui bahwa pria lulusan program doktoral Universitas Padjajaran ini mengundurkan diri dari bursa pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.  Karir Aziz Syamsuddin di dunia politik memang tak terlalu tampak cemerlang. Banyak nama politikus lain yang tampak lebih cemerlang dibandingkan namanya. Pun begitu, Aziz -sapaannya- tak bisa dianggap remeh.

Sebelum terjun di dunia politik, Aziz merupakan seorang pengacara yang bergabung dalam Kantor Pengacara Gani Djemat & Partner sejak tahun 1994 hingga 2004. Dengan latar belakang beberapa organisasi yang pernah ia ikuti, Aziz mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014.

Dalam masanya ikut dalam beberapa organisasi, beberapa kali ia sempat menduduki jabatan penting di dalamnya. Jabatan terakhirnya dalam suatu organisasi adalah sebagai Ketua Umum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) yang dijabatnya sejak tahun 2008 hingga 2011.

Sebelumnya, ia juga aktif menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti, International Bar Association Harley Owner Group Chapter, Jakarta, Asosiasi Advokat Indonesia Bid. Diklat, dan Dewan Penasehat DPD II Golkar Tulangbawang.

Hidup memang tidak sepenuhnya selalu mulus. Aziz yang merupakan seorang politikus muda dalam pemberitaan terakhir disebutkan bahwa namanya dikait-kaitkan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan di Kejaksaan Agung yang dilakukan oleh Nazaruddin, tersangka kasus suap Wisma Atlet Sea Game XXVI Palembang.

Tentunya dugaan yang melibatkan proyek senilai 567,9 milyar ini membutuhkan suatu alat dan bukti. Dalam sebuah pemberitaan lain, nama Aziz tercatat dalam dokumen perusahaan milik Nazaruddin, PT. Anak Negeri yang dibukukan dengan judul "All Aziz" dengan perincian U$250 ribu (sekitar Rp 2,3 miliar) untuk anggota Komisi Hukum DPR dan US$ 50 ribu (Rp 460 juta) untuk Azis.

Karier politik pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1970, bernama lengkap HM Aziz Syamsuddin, ini tergolong luar biasa. Masih muda dan baru pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2004, penyandang empat gelar SE, SH, MH, MAF, ini langsung mendapat kepercayaan besar dari rakyat.

Lebih luar biasanya lagi, Aziz Syamsuddin melenggang ke Senayan (istilah popular untuk Gedung DPR/MPR-RI yang berlokasi di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat) sebagai anggota DPR-RI periode 2004-2009, dengan meraup dukungan sebesar 46, 261 suara (11, 30 % dari total suara pemilih).

Pada Pemilu Legislatif 2004, peraih gelar Master Applied Finance (MAF) dari University of Western Sydney, Australia (1998) ini menempati nomor urut dua untuk Daerah Pemilihan (Dapil II) Provinsi Lampung dari Partai  Golkar. Dapil II Lampung meliputi Kabupaten Tulang Bawang, Kota Metro, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Utara, dan Kabupaten Lampung Tengah. Begitu mengetahui dirinya terpilih sebagai wakil rakyat, perasaan bahagia dan bangga tentu saja membuncah di dadanya. "Alhamdulillah, berkat kehendak Allah SWT, saya mendapatkan kepercayaan masyarakat Lampung sebagai anggota DPR untuk periode 2004-2009," ungkap Aziz.

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 190 sentiment publik
83%
6%
11%
Oktober 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 1.088 sentiment publik
86%
6%
8%
DarkLight