STOP PRESS! DPR Setuju Gunakan Hak Angket terhadap KPK

Allan Nairn

Allan Nairn

timeter overall

+33
Profesi
Jurnalis investigasi Amerika (-)
Agama
Tidak Diketahui
Karier
  • Jurnalis investigasi Amerika (-)

Allan Nairn merupakan jurnalis investigasi asal Amerika yang pernah dipenjarakan di masa pemerintahan Soeharto karena laporannya seputar konflik Timor Timur. Tulisan-tulisan Allan Nairn berfokus pada kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di negara-negara seperti Haiti, Guetamala, Indonesia dan Timor Timur.


Pada 1980, Nairn terbang ke Guatemala dan menyaksikan pembantaian kediktatoran militer terhadap buruh, petani, mahasiswa, dan intelektual. Dari sana ia menyadari sokongan dana dan senjata dari Washington untuk rezim-rezim brutal di dunia.


12 November 1991, Allan Nairn dan Amy Goodman pernah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh tentara Indonesia. Hal itu terjadi saat peristiwa Pembantaian Santa Cruz, yaitu peristiwa pembunuhan massal demonstran Timor Timur di pemakaman Santa Cruz.


Semenjak itu, Nairn dilarang di Timor Leste karena dianggap sebagai ancaman nasional oleh pemerintah Indonesia. Namun ia kembali masuk secara ilegal ke Timor Timur saat itu. Tahun 1993, laporan Nairn membantu meyakinkan Kongres AS untuk memutus bantuan militer ke Jakarta.


Selain itu dalam laporan dari Timor Timur pada tanggal 30 Maret 1998, Nairn mengungkapkan pelatihan militer AS terus dilakukan kepada tentara Indonesia yang terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan warga sipil.


Tahun 1993, Nairn dan Amy Goodman menerima penghargaan Memorial Prize Pertama Robert F. Kennedy untuk Radio Internasional karena peliputan mereka di Timor Timur. Pada tahun 1994, Nairn memenangkan penghargaan George Polk untuk Jurnalisme tentang Majalah Pelaporan. Juga di 1994, Nairn menerima penghargaan James Aronson untuk Keadilan Sosial Jurnalisme dalam tulisannya tentang Haiti di majalah The Nation.