Ahmad Syafii Maarif

Pengajar Sekolah Muhamadiyah (1956-1957)
Lahir: Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Indonesia, 31 Mei 1935
Karir
  • Profesor Emiritus Universitas Negeri Yogyakarta (2005-2016)
  • Pengajar Sekolah Muhamadiyah (1956-1957)
Pendidikan
  • Sarjana Muda Universitas Cokroaminoto (1960-1964)
  • Sarjana Penuh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta (1967-1968)
  • Doktor University of Chicago, Chicago, Amerika Serikat (1980-1983)
  • Master bidang Sejarah Ohio University, Athens, Amerika Serikat (1978-1980)

Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii adalah tokoh toleransi lintas agama. Dia pernah menjadi Ketua Umum Muhamadiyah, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute. Dia dikenal publik sebagai sosok yang kritis dan plural.  Sebagian pihak menilai, Syafii tak segan-segan mengkritik sebuah kekeliruan, termasuk pada teman-temannya sendiri.  Dalam Pemilihan Presiden 2014, dia tergolong pendukung Jokowi. Jelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Syafii tampak tidak ragu untuk mendukung Ahok yang tidak disukai sebagian orang Islam.

Sebagai pengajar, dia tergolong pengajar yang rajin menulis, di samping menjadi pembicara dalam sejumlah seminar. Sebagian besar tulisannya adalah masalah-masalah Islam. Tulisannya, dulu sering dimuat di surat kabar Republika, dalam rubrik resonansi. Syafii tak segan-segan memfotokopy tulisannya itu dan dibagikan gratis ke mahasiswa-mahasiswanya. Karirnya dimulai menjadi guru di sekolah Muhamadiyah, sebelum meneruskan belajar di Universitas Cokroaminoto dan Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta. Saat ini dia adalah Profesor Emiritus di beberapa kampus di Yogyakarta, termasuk almamaternya.

Dia baru lulus S-1 menjadi Doktorandus tahun 1968. Dia lalu mengikuti kuliah Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Tengah, Universitas Chicago. Bersama Nurcholish Madjid dan Amien Rais, dia termasuk 'Pendekar dari Chicago'.  Disertasi adalah Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia. Setelahnya dia mengajar di almamaternya, IKIP Yogyakarta yang belakangan berubah menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai dosen sejarah dan guru besar. Mata kuliahnya yang banyak diminati mahasiswa-mahasiswa adalah Filsafat Sejarah. 

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
Desember 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 131 sentiment publik
79%
3%
18%
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 63 sentiment publik
92%
8%
DarkLight