Menuju konten utama

Kronologi Tenggelamnya Anjungan Pengeboran Prospector 5 di Gabon

Anjungan pengeboran minyak milik Borr Drilling tenggelam. Jackup drill ini mengalami punch-through yang membuat kaki penyangganya menembus dasar laut.

Kronologi Tenggelamnya Anjungan Pengeboran Prospector 5 di Gabon
Rekaman malam hari memperlihatkan anjungan minyak Prospector 5 miring lalu tenggelam di perairan Gabon, Afrika, pada 24 Oktober 2026. x/@Fatahilah03
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Anjungan pengeboran (jackup rig) minyak dan gas Prospector 5 di perairan Gabon tenggelam pada Sabtu (24/10/2026). Satu orang dilaporkan meninggal, sementara empat lainnya masih hilang. Berikut kronologi insiden pada fasilitas offshore tersebut.

Insiden tersebut terjadi di lepas pantai Mayumba, Gabon, pada Sabtu malam. Ketika insiden terjadi, anjungan pengeboran itu tengah menampung 115 karyawan di atasnya.

Tenggelamnya anjungan kemudian menyebabkan lima karyawan dilaporkan hilang. Pada Minggu (25/10), Reuters melaporkan bahwa salah satu dari kelima orang yang hilang itu telah ditemukan dalam keadaan tewas.

Anjungan minyak dan gas Prospector 5 sendiri merupakan fasilitas pengeboran minyak dan bumi di lepas pantai milik perusahaan Borr Drilling Ltd. Ketika insiden terjadi, fasilitas tersebut tengah dioperasikan untuk mendukung operasi pengeboran BW Energy di wilayah izin Dussafu Marin lepas pantai Gabon.

CEO Borr Drilling Bruno Morand baru-baru ini merilis keterangan resmi terkait insiden tersebut. Dalam keterangannya, Morand mengaku prihatin dengan para korban hilang dari insiden tenggelamnya anjungan atau rig Prospector 5.

“Prioritas utama kami saat ini adalah mendukung upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung, serta memastikan kesejahteraan seluruh personel yang terlibat," kata Morand.

Kementerian Perminyakan dan Gas Gabon juga menyatakan bahwa mereka telah mengerahkan unit krisis dan angkatan laut untuk melakukan proses pencarian. Hal itu diungkap pihak kementerian sembari menekankan tidak ditemukannya pelepasan zat berbahaya dalam insiden ini.

Kronologi Tenggelamnya Jackup Rig Prospector 5 di Lepas Pantai Gabon

Ditilik dari kronologinya, insiden tenggelamnya anjungan pengeboran Prospector 5 terjadi pada Sabtu malam. Menurut MarineLink, insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.37 waktu setempat.

Pada waktu tersebut, anjungan pengeboran milik Borr Drilling itu dilaporkan tengah melakukan operasi jacking atau pengangkatan badan anjungan. Hal ini merupakan tahap persiapan dari rangkaian tahap pengeboran.

Menurut laporan majalah Offshore, insiden kemudian terjadi ketika salah satu kaki anjungan mengalami masalah yang fatal. Penyangga anjungan dilaporkan mengalami punch-through. Kondisi ini terjadi karena kaki penyangga secara tak terduga menembus dasar laut.

Akibatnya, stabilitas anjungan pun hilang sepenuhnya. Jackup rig milik Borr Drilling itu pun jatuh tenggelam ke dalam lautan.

Nahas, sebanyak lima orang dari 115 karyawan yang saat itu berada di Prospector 5 tak berhasil mengamankan diri. Kelimanya dinyatakan hilang dan belum ditemukan saat kejadian.

Laporan Reuters pada Minggu kemudian menyebut salah satu dari lima korban hilang itu telah ditemukan. Ia diidentifikasi sebagai seorang warga negara India.

Sementara itu, empat korban hilang lain masih belum ditemukan. Identitas mereka diduga terdiri dari tiga warga negara Gabon dan satu orang ekspatriat.

Akan tetapi, pihak berwenang Gabon maupun korporasi pengelola Prospector 5 menyebut bahwa kelima korban hilang belum ditemukan sejauh ini. Dalam keterangan publiknya, mereka menyatakan status kelima korban hilang itu masih dicari.

Prospector 5 sendiri merupakan fasilitas anjungan pengeboran offshore yang dibangun pada 2014 lalu. Dibuat sebagai model F&G JU-2000E, kedalaman operasional maksimum fasilitas ini dapat mencapai 121,92 meter dan pengeboran maksimum mencapai 10.668 meter.

Baca juga artikel terkait PENGEBORAN MINYAK atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar