tirto.id - Tim Kantor Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu menyebut 26 kru kapal kargo KM Prima Sentosa dalam kondisi selamat dan tiba di posko setelah dilakukan evakuasi.
"Untuk perkembangan kondisi kecelakaan kapal KM Prima Sentosa, kru berjumlah 26 orang dan saat ini telah sampai dengan selamat di Pelabuhan Pelindo Kota Bengkulu," kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sidik di Kota Bengkulu, Sabtu (17/10/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Sebanyak 26 kru kapal tersebut selanjutnya melakukan pendataan dan menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di posko yang ada di Kantor Pelindo Bengkulu.
Ia menyebut bahwa seluruh kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Basarnas Bengkulu bersama Tim SAR gabungan pada Sabtu dini hari (17/10/2026) setelah tim melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam menghadapi kondisi perairan yang menantang.
"Meski proses evakuasi dihadapkan pada tantangan kondisi perairan dan posisi kru yang terpencar, koordinasi Tim SAR Gabungan serta bantuan kapal yang melintas menjadi bagian penting dalam penyelamatan tersebut," kata dia.
Muslikun menerangkan bahwa tim gabungan yang tergabung dalam proses evakuasi korban kapal terbakar tersebut terdiri atas tim Rescue Kru KN 213 Bengkulu, tim Rescue KPP Bengkulu, KM Seroja 20 dan Lanal Bengkulu.
Untuk alat penunjang yang digunakan, yaitu KN 213 Bengkulu, rescue car, palsar air, palsar komunikasi, dan peralatan medis.
Kapal kargo KM Prima Sentosa mengalami kebakaran di perairan Bengkulu sekitar pukul 00.00 WIB (17/10).
Data 26 kru kapal yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Pelindo Bengkulu, yaitu Bahtiar (50), Mediator (38), Asep (31), Cipta (29), Andhika (43), Manaketar (32), Muhammad Mukti (27), Robi (31).
Kemudian, Deddy (40), Khoirul (43), Muhammad Panji (27), Tegar (23), Nasib (50), Simson (36), Rahmat (26), Jogik (27), Yericho (26), Lafalsa (21), Muhammad Alif (21), Roy (21), Rivan (21), Parman (50), dan Wellen (28) yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Selanjutnya, Muhammad Abdullah (38), Muhammad Talha (24), dan Imriaz (58) yang merupakan warga negara asing (WNA).
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































