Menuju konten utama

Ketika Warga Bertahan di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan masih dikepung asap kebakaran hutan dan lahan.

Ketika Warga Bertahan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
Pesawat komersial Airbus A320-232 milik maskapai penerbangan Super Air Jet bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). Berdasarkan data dari pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, sebanyak 16 penerbangan domestik serta dua penerbangan internasional pada Senin (5/10) mengalami keterlambatan akibat jarak pandang menurun hingga 200 meter sedangkan pada Minggu (4/10) sebanyak 29 penerbangan domestik dan dua penerbangan internasional mengalami keterlambatan dampak dari kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
2026/10/14/antarafoto-kebakaran-lahan-di-pemulutan-1791946095_16834.jpg
Foto udara asap membumbung tinggi dari lahan yang terbakar di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Rabu (30/9/2026). Berdasarkan pantauan satelit NOAA20 yang dipantau melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdapat 3.026 titik panas (hotspot) yang terdeteksi pada Rabu (30/9) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan sebaran titik panas paling banyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yaitu 1.375 titik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
2026/10/14/antarafoto-imbauan-waspada-kabut-asap-kiriman-di-sultra-1791945948_16824.jpg
Sebuah perahu nelayan melintasi kawasan Masjid terapung Al Alam yang mulai tertutup asap di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/10/2026). BMKG setempat mengimbau pengguna moda transportasi darat, laut, dan udara di Sulawesi Tenggara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan jarak pandang akibat kabut asap kiriman dari Maluku dan Papua Selatan yang meningkat pada sore hingga malam hari. ANTARA FOTO/Andry Denisah/nz
2026/10/14/antarafoto-kabut-asap-kembali-melanda-kota-padang-1791946083_16833.jpg
Kereta api Minangkabau Ekspres melintas di antara kabut asap yang menyelimuti Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2026). Seiring kembali melandanya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera Barat maupun provinsi tetangga di Kota Padang dan sekitarnya, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/hma
2026/10/14/antarafoto-kasus-ispa-dampak-karhutla-di-palembang-meningkat-1791946839.jpg
Seorang anak yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendapatkan perawatan dengan nebulizer di Posko Kesehatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Puskesmas Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang per 14 September 2026, kasus ISPA mingguan meningkat dari 3.807 kasus pada minggu keempat Agustus menjadi 4.104 kasus pada minggu pertama September dan kembali naik menjadi 4.326 kasus pada minggu kedua, yang didominasi warga usia produktif dan anak-anak akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
2026/10/14/antarafoto-kabut-asap-dampak-karhutla-masih-menyelimuti-palangka-raya-1791946828.jpg
Umat Kristiani ziarah makam di Tempat Pemakaman Umum Tambak Raja yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (11/10/2026). Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Palangka Raya tersebut telah terjadi sekitar akhir Juli 2026 hingga sekarang dan berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPUnet) kualitas udara di Palangka Raya pada Minggu (11/10) pukul 18.00 WIB masuk dalam kategori berbahaya dengan indeks standar pencemaran udara mencapai mencapai 414. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar
2026/10/14/antarafoto-kualitas-udara-di-balikpapan-tidak-sehat-1791946903.jpg
Pengendara melintasi kawasan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur, Kamis (1/10/2026). Berdasarkan data IQair pukul 08.00 WITA kualitas udara Balikpapan tercatat dengan nilai indeks 157 dan polutan utama PM2.5 atau masuk kategori tidak sehat yang disebabkan tebalnya kabut asap. ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr
2026/10/14/antarafoto-kabut-asap-dampak-karhutla-masih-menyelimuti-palangka-raya-1791946004_16829.jpg
Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (11/10/2026). Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Palangka Raya tersebut telah terjadi sekitar akhir Juli 2026 hingga sekarang dan berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPUnet) kualitas udara di Palangka Raya pada Minggu (11/10) pukul 18.00 WIB masuk dalam kategori berbahaya dengan indeks standar pencemaran udara mencapai mencapai 414. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar
2026/10/14/antarafoto-kabut-asap-di-sumatera-selatan-1791945977_16827.jpg
Sejumlah kendaraan mengantre untuk melintasi Gerbang Tol Kramasan di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Palembang–Lampung yang tertutup kabut asap di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). Berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), terdeteksi 1.324 titik panas (hotspot) di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan pada Selasa (13/10), dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 729 titik, disusul Kabupaten Banyuasin sebanyak 302 titik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.
2026/10/14/antarafoto-kabut-asap-di-pekanbaru-1791946050_16831.jpg
Perahu nelayan melintasi Sungai Siak yang dipenuhi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Rabu (7/10/2026). Berdasarkan pemantauan dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu (7/10) pagi, udara di Kota Pekanbaru berada di level sangat tidak sehat dampak dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menyebabkan jarak pandang kurang dari satu kilometer. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU
2026/10/14/antarafoto-imbauan-waspada-kabut-asap-kiriman-di-sultra-1791945931_16823.jpg
Sejumlah kapal ikan berada di sekitar Teluk Kendari yang mulai tertutup asap di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/10/2026). BMKG setempat mengimbau pengguna moda transportasi darat, laut, dan udara di Sulawesi Tenggara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan jarak pandang akibat kabut asap kiriman dari Maluku dan Papua Selatan yang meningkat pada sore hingga malam hari. ANTARA FOTO/Andry Denisah/nz
2026/10/14/antarafoto-kabut-asap-di-sumatera-selatan-1791945987_16828.jpg
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Lampung yang tertutup kabut asap di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). Berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), terdeteksi 1.324 titik panas (hotspot) di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan pada Selasa (13/10), dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 729 titik, disusul Kabupaten Banyuasin sebanyak 302 titik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.

tirto.id - Sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan mulai dikepung asap kebakaran hutan dan lahan seiring masuk musim kemarau. Selama beberapa bulan terakhir, warga terpaksa menghirup asap berbahaya dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas masyarakat terganggu, sekolah daring, hingga penerbangan terganggu akibat jarak pandang berkurang.

Puluhan ribu warga, mulai balita sampai lanjut usia, kesulitan bernapas akibat asap karhutla. Ada pula warga yang terdampak kesehatannya hingga mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Bahkan, seorang pengemudi ojek online di Palembang yang memiliki riwayat penyakit asma meninggal dunia diduga terpapar asap karhutla.

Dihimpun dari ANTARA, beberapa wilayah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan ini meliputi Tol Trans Sumatra, Palembang, Padang, jambi, Pekanbaru, Palangkaraya, Kendari hingga Ternate, Maluku Utara.

FOTO/ANTARAFOTO

Baca juga artikel terkait FOTO - TIRTO atau tulisan lainnya dari Qurrota Ayun

Oleh: Qurrota Ayun
Editor: Maya Saputri