Menuju konten utama

Insiden KMP Batumandi: Api Berasal dari Arah Kamar Mesin

Penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Insiden KMP Batumandi: Api Berasal dari Arah Kamar Mesin
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi terbakar sekitar pukul 16.15 WIB, Selasa (20/10/2056). Peristiwa ini terjadi ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak. (FOTO/Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menyampaikan api pemicu kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi berasal dari arah kamar mesin kapal.

Hal itu terungkap berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden kebakaran dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB, Selasa (20/10/2056). Peristiwa ini terjadi ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak.

Namun, Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat," kata Yogie dalam keterangan resmi diterima Tirto, Selasa.

Saat insiden terjadi, petugas VTS segera menyampaikan informasi keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.

Sementara itu, penanganan kebakaran melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung. Di antaranya TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, dan seterusnya.

"VTS Merak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Dukungan komunikasi dan pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi keadaan darurat serta pengerahan bantuan di perairan sekitar lokasi kejadian," imbuh Yogie.

Yogie melanjutkan, kini prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

“Begitu menerima informasi kejadian, petugas segera melakukan koordinasi dengan VTS Merak, unsur pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan kebakaran secara cepat dan terkoordinasi,” lanjut Yogie.

Dia bilang penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Informasi mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi.

Yogie menegaskan proses penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan.

"Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait KAPAL TERBAKAR atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fadrik Aziz Firdausi