Menuju konten utama

IHSG Anjlok 1,94% di Perdagangan Sesi I, 537 Saham Berguguran

IHSG anjlok 1,94 persen ke 5.975 pada sesi I, Senin (12/10). Indo Premier Sekuritas mewaspadai koreksi lanjutan jika indeks menembus support 5.973.

IHSG Anjlok 1,94% di Perdagangan Sesi I, 537 Saham Berguguran
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Senin (12/10/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 117,979 poin atau 1,94 persen ke level 5.975,780 pada penutupan sesi I.

Tekanan jual mendominasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 537 saham melemah, sementara 159 saham menguat dan 95 saham stagnan.

IHSG dibuka pada level 6.109,319 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.128,723. Namun, indeks terus merosot hingga mencapai level terendah 5.971,411.

Volume perdagangan mencapai 39,188 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,478 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.056.211 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp10.519,784 triliun.

Pelemahan ini terjadi setelah IHSG menguat 1,04 persen ke level 6.093,76 pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026). Saat itu, indeks ditutup di atas moving average (MA) 3 dan bertahan di atas level psikologis 6.000.

Secara mingguan, IHSG menguat 0,94 persen dengan dukungan volume pembelian. Namun, indeks belum menembus MA20 sehingga pemulihan tren jangka menengah belum terkonfirmasi.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menilai penguatan IHSG masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari sisi teknikal, histogram negatif Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang terus menyempit mengindikasikan tekanan jual mulai mereda.

Meski demikian, potensi death cross pada Stochastic RSI di area pivot menunjukkan penguatan jangka pendek masih berisiko tertahan.

Dalam proyeksi perdagangan sepekan pada 12-16 Oktober 2026, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan jika mampu mempertahankan momentum positif. Sebaliknya, penembusan level support berpotensi memicu koreksi lebih lanjut.

"Dalam skenario bullish, IHSG berpeluang melanjutkan rebound menuju area penutupan gap di 6.227-6.231. Namun, apabila gagal mempertahankan momentum dan menembus ke bawah 5.973, risiko koreksi lanjutan menuju 5.850-5.911 perlu diwaspadai," prediksinya.

Untuk jangka pendek, Brigita menyebut area 6.008-6.025 sebagai zona koreksi yang perlu dicermati, dengan support terdekat di 6.018.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000-6.215 pada pekan depan. Penembusan resistance rentang tersebut berpotensi membuka ruang penguatan menuju 6.297, sedangkan pelemahan di bawah support 5.973 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan," tandasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana