tirto.id - Pemerintah akan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove nasional sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, disebut menjadi calon kepala badan tersebut.
“Kemudian yang kedua, memang betul nanti akan ada Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Jadi saya lihat sudah ada, mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Dudung Abdurachman, kepada wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Dudung menjelaskan, Satyawan merupakan sosok yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Namun, ia belum menyampaikan pengumuman resmi mengenai penetapan kepala badan.
"Profesor Satyawan kalau nggak salah. Itu dari Kementerian Kehutanan. Ya, ahlinya," kata dia.
Sementara itu, pelantikan Satyawan sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional direncanakan akan dilaksanakan pada pekan depan. Meski begitu, Dudung tidak mengungkapkan kapan tepatnya pelantikan akan dilaksanakan.
"Jadi, saya lihat sudah ada. Mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik," kata Dudung.
Kementerian Kehutanan sebelumnya menyampaikan bahwa badan tersebut dirancang memiliki tiga mandat utama, yakni perlindungan ekosistem, pemulihan atau restorasi, serta pengembangan nilai ekonomi gambut dan mangrove secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam rapat terbatas (Ratas) sebelumnya, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa badan ini berbeda dengan badan serupa yang pernah didirikan sebelumnya. Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional akan berada langsung di bawah komando Presiden dengan dukungan tenaga ahli dan pendanaan yang kuat.
"Tadi Pak Presiden mengatakan badan ini akan langsung berada di bawah Pak Presiden, diisi oleh para ilmuwan dan juga para profesional yang kemudian juga dilengkapi tentunya dengan anggaran yang cukup, ya, untuk kemudian kita dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan," kata Raja Juli, Kamis (24/9/2026) malam.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































