Menuju konten utama

Menlu Tata: Indonesia Berdiri Bersama Palestina hingga Merdeka

Mantan Wamenlu ini juga akan memastikan politik bebas aktif yang dijalankan dengan konsisten dan diterjemahkan menjadi hasil nyata bagi rakyat.

Menlu Tata: Indonesia Berdiri Bersama Palestina hingga Merdeka
Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha Nasir saat memberikan Press Statement di Ruang Palapa, Kemlu, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha Nasir alias Tata menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berdiri bersama Palestina hingga negara tersebut meraih kemerdekaan dan kedaulatan. Tata memastikan, sikap Indonesia terkait Palestina tak akan pernah berubah.

“Sikap Indonesia terhadap Palestina tidak pernah berubah, karena konstitusi kita tidak berubah. Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud,” ujar Tata saat memberikan Press Statement di Ruang Palapa, Kemlu, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Menurut Tata, kemampuan Indonesia untuk berbicara dengan semua pihak adalah aset diplomasi. Hal itu, kata Tata, juga akan digunakan dalam mendorong perdamaian untuk Palestina.

“Langkah nyatanya jelas, pelindungan bagi rakyat Palestina, bantuan kemanusiaan, pemulihan rekonstruksi Gaza, serta penguatan kapasitas Otoritas Palestina,” kata Tata.

Lebih jauh, Tata menyadari bahwa langkah ke depan akan membutuhkan mesin diplomasi yang kuat. Oleh karena itu, mantan Wamenlu ini akan memastikan politik bebas aktif yang dijalankan dengan konsisten dan diterjemahkan menjadi hasil nyata bagi rakyat.

“Tapi diplomasi tidak bisa berjalan sendirian. Kami membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat, dari think tank, akademia termasuk rekan-rekan media,” katanya.

Lebih jauh, Tata juga menyoroti pentingnya semangat dalam pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2029–2030 dan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Semua ini juga kita akan terus perjuangkan lewat strategic grouping kita, seperti G20, BRICS, MIKTA, OKI, APEC, dan D-8, agar isu-isu prioritas Global South (negara berkembang) benar-benar dapat terus dibahas,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait PALESTINA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher