tirto.id - Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/11/2026) sore.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon yang didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, melaporkan usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2026.
Laporan dan rekomendasi tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Negara sebagai persiapan menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini.
"Sore tadi saya sebagai Menteri Kebudayaan dan Ketua Dewan GTK tiba di Istana Merdeka untuk menyampaikan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto berupa rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) tentang Anugrah Pahlawan Nasional dalam rangka Hari Pahlawan 2026," ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya di akun media sosial X.
Fadli menegaskan bahwa nama-nama tokoh yang direkomendasikan kepada Presiden tidak dipilih secara instan.
Proses penyeleksian dilakukan secara ketat dan berjenjang, melibatkan tim peneliti dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga kementerian, sebelum akhirnya diputuskan dalam sidang dewan kehormatan.
"Rekomendasi ini telah melalui proses panjang dari bawah, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) berasal dari Kabupaten/Kota dan TP2GD Provinsi serta TP2GP dibawah Kemensos. Yang kemudian disidangkan oleh Dewan GTK yang dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon," jelasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































