tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban nasional tetap kondusif di tengah berkembangnya berbagai dinamika dan informasi di masyarakat, khususnya terkait situasi internal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Ia juga meminta masyarakat tak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi di media sosial, serta terus menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
"Mari kita tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Insya Allah, dengan kedewasaan dan kebersamaan kita semua, Indonesia akan tetap aman, damai, dan kondusif," ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu malam (4/11/2026).
Pernyataan Dudung disampaikan di tengah sorotan terhadap kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua perwira tinggi Polri lainnya sebagai tersangka.
Di tengah perkembangan kasus tersebut, publik juga menyoroti rencana pengerahan puluhan ribu personel TNI Angkatan Laut ke Jakarta untuk memperkuat pengamanan ibu kota.
Dudung menjelaskan, dinamika yang terjadi di internal Polri merupakan bagian dari proses dalam kehidupan sebuah organisasi besar. Kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan institusi agar semakin profesional serta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh proses yang berlangsung tetap berpedoman pada ketentuan hukum dan prinsip profesionalitas, transparansi, serta keadilan.
"Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan sesuai hukum, secara profesional, transparan, dan berkeadilan," tegasnya.
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































