Menuju konten utama

Danantara Minta Maaf Atas Gangguan Listrik di Batam

Danantara meminta maaf atas pemadaman listrik di Batam pada 12 Oktober 2026 dan berjanji membenahi layanan serta menyegarkan manajemen PLN.

Danantara Minta Maaf Atas Gangguan Listrik di Batam
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp162 triliun yang berfokus pada proyek pembangkit energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, dan desalinasi air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menyampaikan permohonan maaf secara kepada para pelanggan di Batam menyusul insiden pemadaman atau gangguan pasokan listrik yang terjadi pada 12 Oktober 2026 lalu.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengakui pihaknya memahami betul kendala serta kerugian yang harus dirasakan oleh masyarakat luas maupun para pelaku sektor usaha akibat terhentinya aliran listrik tersebut.

"Atas nama Danantara Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN Batam atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026. Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (15/10/2026).

Dia mengatakan, kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama Danantara dan pihaknya berkomitmen untuk mendukung PLN Batam dalam memberikan pelayanan yang semakin baik.

Sebagai tindak lanjut, Danantara berencana mengambil sejumlah langkah strategis guna memperkuat fondasi perusahaan, meningkatkan keandalan energi, serta memperbaiki respons tanggap darurat terhadap keluhan konsumen.

Pembenahan pada lini PLN Batam ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi berkelanjutan di tubuh PLN Group secara menyeluruh.

Dalam menjalankan operasionalnya, PLN Batam diketahui menerapkan model bisnis mandiri tanpa sokongan subsidi ataupun kompensasi dari anggaran pemerintah.

Mengingat posisi strategis wilayah Batam sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus magnet investasi, kapasitas dan kualitas layanannya dituntut untuk terus bertumbuh.

Ke depannya, arah pengembangan dan potensi bisnis PLN Batam akan ditempatkan langsung di bawah naungan Danantara Indonesia. Langkah integrasi ini diharapkan mampu mendongkrak performa kelistrikan sekaligus memperkuat daya tarik investasi di kawasan tersebut.

Tidak hanya fokus pada pemulihan di Batam, Danantara juga akan memberlakukan penyegaran jajaran manajemen PLN di berbagai lini demi mendongkrak kinerja pelayanan publik secara nasional agar jauh lebih andal dan responsif.

“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan. Kami juga ingin PLN semakin siap mendukung kegiatan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia,” kata Dony.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana