tirto.id - Layanan darah nasional Prancis (EFS) mengonfirmasi adanya serangan peretas terhadap gudang penyimpanan darah yang vital pada Selasa (3/11/2026). Mereka menyebut kontrol suhu pada pendingin telah dinaikkan pada tingkat yang dapat merusak cadangan darah. Hal ini menambah daftar upaya peretasan lemari es dan freezer di seluruh Eropa.
Menukil The Guardian, EFS menyebut serangan peretas ini telah membuat suhu pada fasilitas pendingin dinaikkan ke “tingkat yang sangat tinggi”. Namun, kata mereka, upaya itu dapat dicegah sebelum menyebabkan dampak lebih luas berkat sistem alarm yang ada.
Dalam keterangan mereka, EFS mengatakan serangan siber telah berdampak pada sejumlah kantong plasma untuk transfusi dan pembuatan obat-obatan. Kini, produk-produk yang terdampak itu telah dipindahkan ke tempat lain.
EFS menyebut serangan itu terjadi pada Senin (2/11) malam. Hal ini beriringan dengan upaya peretasan yang menargetkan lemari es dan freezer di hampir selusin negara Eropa dan telah menyebabkan kerugian senilai jutaan euro.
Juru bicara Uni Eropa, Thomas Regnier, mengatakan bahwa upaya peretasan yang meluas di Eropa menjadi perhatian di antara badan-badan blok tersebut. Diskusi mendesak dengan pemerintah negara anggota juga disebutnya sudah dilakukan untuk merumuskan tanggapan kolektif.
“Ini bukan insiden yang terjadi sendirian dan tentu saja kita harus tangguh secara kolektif dan bersiap menghadapi insiden siber semacam itu,” katanya, tanpa menyebut terduga pelaku.
Sejauh ini, belum diketahui siapa pelaku dari upaya peretasan yang meluas ini. Motif serangan juga belum terungkap seiring tidak adanya kelompok yang mengklaim tanggung jawab atas insiden ini.
Sementara itu, EFS merupakan operator transfusi darah publik di Prancis. Lembaga ini bertugas untuk mengumpulkan, menguji, menyiapkan, dan mendistribusikan produk seperti darah, plasma, dan trombosit ke lebih dari 1.900 rumah sakit di seluruh negara tersebut. Setiap tahun, donor yang diberikan melalui EFS mendukung perawatan lebih dari satu juta pasien.
Konfirmasi serangan siber pada EFS juga menjadi salah satu di luar serangan pada fasilitas penyimpanan makanan. Sebelumnya, serangan dilaporkan terjadi secara meluas ke lemari es dan freezer supermarket penjaja bahan makanan.
Pada Selasa, para pengecer di Italia, Jerman, Rumania, dan Inggris telah jadi sasaran serangan. Sebelumnya, Belgia, Estonia, Irlandia, Finlandia, Luksemburg, Belanda, dan Swedia lebih dulu mengonfirmasi serangan serupa.
EFS sendiri menyebut mereka tidak menjadi sasaran langsung dari serangan ini. Hal ini, kata mereka, dikarenakan gudang pendingin yang diserang dijalankan oleh kontraktor.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































