Banjir Makasar

Warga membawa barangnya saat menyeberangi jalan yang tergenang banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022). Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari membuat sungai dan waduk di kota Makassar meluap sehingga mengakibatkan ratusan rumah dan jalan terendam banjir. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/nym.
Tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet di Perumahan Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022). Ratusan warga terdampak banjir di Makassar mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam dengan ketinggian satu hingga dua meter. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/nym.
Warga berusaha menyeberangi jalan yang tergenang banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022). Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari membuat sungai dan waduk di kota Makassar meluap sehingga mengakibatkan ratusan rumah dan jalan terendam banjir. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/nym.
Tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet di Perumahan Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022). Ratusan warga terdampak banjir di Makassar mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam dengan ketinggian satu hingga dua meter. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/nym.
Kondisi rumah yang terendam banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022). Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari membuat sungai dan waduk di kota Makassar meluap sehingga mengakibatkan ratusan rumah dan jalan terendam banjir. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim berlaku 23-25 Desember 2022. ANTARA
Minggu, 25 Desember 2022 15:12 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir di rumahnya pada dua kecamatan yang masuk zona rawan banjir dengan jumlah warga terdampak 239 jiwa.

Sementara ini ada lima posko pengungsian diisi warga yang terdampak banjir . Jumlah tersebut diperkirakan bertambah seiring kondisi cuaca belum normal.

Sebagian warga masih berada di kamp pengungsian dan membutuhkan bantuan makanan, obat obatan dan selimut karena rumahnya terendam air. Ketinggian air bervariasi antara 20 centimeter hingga 100 centimeter di dua lokasi setempat.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim berlaku 23-25 Desember 2022.
- ANTARA

DarkLight