Menuju konten utama

Bahlil Sebut Kelelawar dan Petir Jadi Penyebab Blackout Batam

Imbas blackout di Batam dan Bintan, PLN langsung evaluasi pemeliharaan infrastruktur kelistrikan. Pemerintah dorong perbaikan intensif.

Bahlil Sebut Kelelawar dan Petir Jadi Penyebab Blackout Batam
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pemadaman listrik atau blackout di Batam dipicu sejumlah persoalan teknis. Antara lain gangguan jaringan akibat petir hingga dugaan gangguan yang melibatkan hewan seperti kelelawar.

Pernyataan itu disampaikannya setelah menghadiri rapat terbatas (Ratas) bersama CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P. Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batang itu, Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir, dan menurut mereka, ya, dan ada kesalahan teknis. Kira-kira begitu. Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar," jelas dia kepada awak media.

Meski begitu, Bahlil tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana gangguan tersebut terjadi maupun kontribusinya terhadap pemadaman listrik. Sebab, persoalan pemadaman listrik tersebut berada pada tingkat implementasi operasional yang dikelola PLN.

Oleh sebab itu, pemerintah akan mendorong perbaikan yang lebih intensif agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat semakin andal.

"Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan apa namanya? Perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," jelas Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sejalan dengan blackout yang terjadi di Batam, PLN akan meninjau kembali pemeliharaan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan permintaan listrik, termasuk di Batam dan Bintan.

PLN Investigasi Menyeluruh dan Tinjau Ulang Infrastruktur

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang baik mendorong peningkatan kebutuhan listrik. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan keandalan peralatan dan pemeliharaan yang lebih baik agar gangguan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita menyadari banyak yang harus di-improve, termasuk yang ada di Batam ini, sehingga kemarin tuh ada gangguan di salah satu transformator menyebabkan padam yang mengurangi pelayanan kepada masyarakat,” kata Suroso.

Ia menyatakan, PLN akan meninjau kembali pemeliharaan yang ada untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam memenuhi lonjakan permintaan listrik.

Terkait penyebab blackout, Suroso mengatakan PLN masih melakukan penelusuran secara menyeluruh dan tidak menutup kemungkinan adanya sejumlah faktor yang perlu diperbaiki.

“Sedang kami telusuri secara seksama dan kita tidak menutup kemungkinan berbagai alasan, mana yang harus kita improve,” imbuhnya.

Suroso memastikan pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen pada hari ini. Sementara itu, pemulihan di Bintan masih berlangsung untuk sebagian wilayah.

Adapun mengenai kemungkinan kompensasi bagi pelanggan terdampak, PLN belum melakukan evaluasi karena masih memprioritaskan pemulihan layanan. Suroso menyebut kompensasi akan ditinjau berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai durasi pemadaman.

“Akan kami review setelah ini. Pada detik ini kami belum melakukan review karena kami masih fokus pada recovery yang terjadi pada kemarin dan hari ini,” terangnya.

Baca juga artikel terkait LISTRIK PADAM atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah