Menuju konten utama

Airlangga Sebut Pemerintah Tak Khawatirkan Inflasi Oktober

Airlangga menilai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada Oktober 2026 justru mengerek penghasilan petani.

Airlangga Sebut Pemerintah Tak Khawatirkan Inflasi Oktober
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengaku tidak khawatir terhadap laju inflasi Oktober 2026 yang mencapai 3,23 persen (year on year/yoy). Kendati sudah mendekati batas atas sasaran inflasi Bank Indonesia (BI), laju inflasi Oktober 2026 masih berada dalam rentang sasaran BI yang sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.

"Inflasi masih tetap dalam 2,5 plus-minus 1 persen, jadi pemerintah tidak khawatir," katanya dalam keterangan pers usai rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Sebaliknya, Airlangga menilai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang terjadi pada Oktober 2026 justru mengerek penghasilan petani. Hal itu tercermin dari nilai tukar petani (NTP) Oktober 2026 yang mencapai 132,60 atau naik 1,13 persen dibandingkan September 2026, di mana kenaikan tersebut disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 1,55 persen dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,41 persen.

"Karena yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani, jadi kami biarkan inflasi masih dalam range dengan 2,5 plus-minus 1," lanjut.

Meski begitu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat hingga akhir 2026. Salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial dengan total nilai sekitar Rp30 triliun.

Menurut Airlangga, bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga daya tahan konsumsi rumah tangga di tengah kenaikan harga barang dan jasa. Pada saat yang sama, pemerintah juga akan mengandalkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per keluarga untuk membantu menekan tekanan inflasi.

"Jadi, kami gelontorkan bantuan agar daya tahan bisa terjaga," ujarnya.

Selain bantuan sosial, pemerintah berupaya mendorong konsumsi masyarakat melalui berbagai program diskon belanja yang telah diguyurkan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Di sisi lain, pemerintah akan tetap mendorong kinerja ekspor dan impor sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi pada sisa tahun ini.

“Dari segi inflasi sendiri core inflation-nya hanya 2,56, administered price yang memang tinggi 3,24 dan volatile food 5,81. Jadi, ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga," tegas Airlangga.

Baca juga artikel terkait INFLASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi