Menuju konten utama

51 Kali Dibom Air, Karhutla TN Sembilang Masih Belum Padam

Karhutla di TN Sembilang meluas hingga 13 hektare setelah enam hari terbakar. Sebanyak 51 kali water bombing dilakukan, tetapi api masih belum padam.

51 Kali Dibom Air, Karhutla TN Sembilang Masih Belum Padam
Pantauan udara karhutla di TN Sembilang, Banyuasin, Sumsel, Kamis (5/11/2026). FOTO/BPBD Sumsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Sembilang (TN Sembilang), Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, terus meluas setelah berlangsung selama enam hari. Upaya pemadaman masih mengandalkan helikopter water bombing lantaran tim pemadam kesulitan menjangkau lokasi melalui jalur darat.

Karhutla tersebut terjadi di sekitar Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, sejak Sabtu (31/10/2026). Lokasi kebakaran masuk dalam wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).

Sejak titik api pertama kali ditemukan, helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke area yang terbakar. Metode pemadaman udara dipilih karena satuan tugas (satgas) darat mengalami kesulitan untuk masuk ke lokasi kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan, M Iqbal Alisyahbana, mengatakan luas lahan yang terbakar hingga 4 November 2026 mencapai sekitar 13 hektare. Luasan tersebut terus bertambah setiap harinya meski upaya pemadaman telah dilakukan.

“Sampai hari ini TN Sembilang di Tanah Pilih masih terbakar dan berasap,” kata Iqbal, Kamis (5/11/2026).

Iqbal menyebut helikopter pemadam telah melakukan 51 kali pengeboman air hingga Rabu (4/11/2026). Operasi pemadaman udara kembali disiapkan pada Kamis untuk mencegah api semakin meluas sekaligus memastikan kebakaran dapat segera ditangani.

“Heli water bombing masih beroperasi, mudah-mudahan segera tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan TN Sembilang Wilayah III, Najmudin, mengatakan belum ada laporan mengenai satwa liar dilindungi yang keluar dari habitatnya akibat kebakaran tersebut.

Padahal, kawasan TN Sembilang merupakan habitat berbagai satwa liar yang hidup di ekosistem rawa gambut dan lahan basah. Satwa-satwa tersebut antara lain harimau Sumatra, tapir, buaya sinyulong, serta berbagai jenis primata.

Najmudin berharap kebakaran yang terjadi tidak mengancam keselamatan maupun keberlangsungan populasi satwa liar di kawasan konservasi tersebut.

“Semoga satwa-satwa yang ada pada zona atau bagian hutan yang terbakar masih aman dan tidak terancam populasinya,” kata Najmudin.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Alfitra Akbar