Menuju konten utama

14 Kelas SMP Al Kautsar Lahat Terbakar, Siswa Panik Berhamburan

Sebanyak 14 ruang kelas SMP Al Kautsar Lahat ludes terbakar saat KBM berlangsung. Kerugian ditaksir Rp1,5 M, diduga akibat korsleting.

14 Kelas SMP Al Kautsar Lahat Terbakar, Siswa Panik Berhamburan
SMP Alkautsar di Desa Tanjung Payang, Lahat, Sumsel, terbakar, Selasa (3/12/2026) sore. FOTO/Dokumen polisi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Kautsar di Desa Tanjung Payang, Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel), panik saat 14 kelas di sekolahnya terbakar. Penyelidikan sementara, polisi menduga kebakaran akibat korsleting listrik.

Wakapolsek Lahat, Ipda Aris Purwanto, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung, pada Selasa (3/11/2026) sore.

"Ya, SMP Al Kautsar terjadi kebakaran kemarin sore," ungkap Aris pada kontributor Tirto, Rabu (4/11/2026).

Aris membeberkan, api pertama kali diketahui seorang siswi yang sedang berada di luar kelas melihat kepulan asap hitam keluar dari salah satu ruang kelas.

Siswa tersebut lantas berteriak hingga memicu kehebohan siswa lain dan guru-gurunya. Mereka kemudian berhamburan keluar kelas karena panik menyaksikan api sudah membumbung tinggi.

Siswa dan guru sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya seraya menunggu mobil pemadam tiba. Namun api begitu cepat membesar lalu merambat ke ruang kelas lainnya.

Petugas Damkar berhasil memadamkan api selama dua jam. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Kebakaran SMP Alkautsar

SMP Alkautsar di Desa Tanjung Payang, Lahat, Sumsel, terbakar, Selasa (3/12/2026) sore. FOTO/Dokumen polisi

Aris bilang, kebakaran menghanguskan sedikitnya 14 ruangan. Semua barang di dalamnya turut terbakar dan tidak bisa lagi digunakan.

Api pertama kali muncul dari salah satu ruangan yang tidak terpakai. Percikan diduga akibat korsleting listrik. Namun polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut agar faktanya terungkap.

"Untuk sementara [penyebabnya] dari korsleting listrik dari bangunan yang tidak digunakan," kata dia.

Aris menyebut kebakaran terjadi saat proses belajar mengajar. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian berkisar Rp1,5 miliar.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi sekolah mengalami kerugian materil," pungkas Aris.

Baca juga artikel terkait KASUS KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah