tirto.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Muhamad Saleh, mengenang masa kecil saat membagi seporsi telor dengan ketujuh anggota keluarganya akibat kesulitan kondisi ekonomi. Hal itu terjadi sebelum pemerintah melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MGB) di era Presiden Prabowo.
"Di Ternate waktu saya SD, keluarga ada tujuh orang, ibu saya memasak dan saya anak kedua, kalau makan pagi sebelum berangkat ke sekolah itu saya ada telur 1 dipotong 7," kata Saleh dalam kegiatan Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di The Tribrata, Hotel & Convention Center, Sabtu (31/10/2026).
Saleh mengaku, terkadang mereka juga makan nasi tanpa ikan, hanya dicampur mentega karena kesulitan untuk makan. Lalu, dia juga tidak pernah merasakan gandum pada tahun 60-an.
"Kadang nasi kita enggak pakai ikan, kita campur mentega biar enak gitu. Zaman itu. Mungkin para pemuda sudah tidak merasakan, mungkin saya juga tidak merasakan bagaimana gandum, bulgur," ucap Saleh.
"Kita tidak pernah merasakan itu, dan saat ini dengan adanya kehadiran MBG, alhamdulillah sudah mulai ada peningkatan," lanjutnya.
Dia mengklaim bahwa MBG diminati publik di wilayah Indonesia Timur, bahkan mereka menginginkan program tersebut terus berjalan dan tidak dihentikan pemerintah.
"Tapi di daerah saya, saya dari Ternate, Maluku Utara, Halmahera, warga saya saya tanya di sana, mereka sangat minta agar MBG itu tidak dihentikan. Ini kondisi nyata bangsa kita," klaimnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































