Menuju konten utama

Wamensos Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Kuasai Keterampilan Kerja

Kemensos bekerja sama dengan Collins Hair Studio melatih 35 siswa Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan dalam bidang pangkas rambut dan tata rias.

Wamensos Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Kuasai Keterampilan Kerja
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat meninjau pelatihan vokasional dan kemandirian siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (28/10/2026). foto/DOk. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) membekali siswa Sekolah Rakyat dengan keterampilan vokasi, mulai dari pangkas rambut hingga tata rias atau makeup artist (MUA), untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja setelah lulus sekolah.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, mengatakan pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian siswa. Dengan keterampilan yang sesuai dengan potensi diri, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat bekerja, memperoleh penghasilan, dan membantu keluarga.

“(Apakah) dia mau melanjutkan sekolah di perguruan tinggi, silakan, karena dia sudah bisa mandiri. Atau dia mau mengembangkan pekerjaannya, silakan,” kata Agus merujuk keterangan resmi pada Kamis (29/10/2026).

Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Collins Hair Studio dan diikuti 35 siswa dari berbagai Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung selama satu minggu, yang dimulai sejak Senin (26/10/2026).

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 dan 20 siswa. Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta juga menjalani psikotes pada sehari sebelumnya.

Materi pelatihan meliputi keterampilan tata rias, potong rambut, dan penataan rambut. Kemensos berencana mengadakan pelatihan keterampilan kerja lainnya secara berkala melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kita terus bekerja sama dengan berbagai macam pihak supaya anak-anak memiliki keterampilan, sehingga begitu nanti dia lulus dari SMA, itu sudah bisa terampil, punya bekal untuk bekerja,” ujar Agus.

Menurut Agus, pendidikan di Sekolah Rakyat mencakup tiga proses, yakni rehabilitasi, edukasi, dan vokasi. Ketiganya diarahkan untuk membentuk siswa yang memiliki karakter, pengetahuan, dan keterampilan sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar lulusan Sekolah Rakyat dapat bekerja terlebih dahulu sehingga mampu membantu orang tua dan membangun kemandirian ekonomi. Meski demikian, siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Agus Jabo menambahkan, pengembangan pelatihan vokasi perlu mempertimbangkan potensi siswa dan karakteristik daerah masing-masing. Jenis keterampilan yang diberikan dapat mencakup tata rias, penataan rambut, pertanian, kelautan dan pelayaran, hingga teknologi dan perbengkelan.

Ia mencontohkan Makassar yang memiliki potensi di bidang pelayaran. Potensi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis pelatihan sekaligus menjajaki kerja sama dengan dunia usaha.

“Disesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya masing-masing, sesuai dengan potensi daerahnya plus potensi anak-anaknya,” tuturnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kemensos terus menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa memperoleh keterampilan yang relevan sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan Sekolah Rakyat.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis