Menuju konten utama

Wamensos: Dapodik yang Akurat Jadi Penentu Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo menegaskan akurasi Dapodik jadi kunci keberhasilan Sekolah Rakyat dalam mengentaskan kemiskinan lewat pendidikan.

Wamensos: Dapodik yang Akurat Jadi Penentu Sekolah Rakyat
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekolah Rakyat hanya bisa berjalan baik apabila datanya benar, demikian kata Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono. Menurutnya, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) lebih dari sekadar catatan administrasi. Data itu menopang tata kelola sekolah dan menentukan berhasil atau tidaknya upaya melawan kemiskinan lewat pendidikan.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur itu menyampaikan hal tersebut saat menutup Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).

Agus Jabo memaparkan, Sekolah Rakyat adalah program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah memakai program tersebut guna membukakan pintu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Dapodik bukan hanya urusan data, tetapi Dapodik adalah kunci,” terangnya.

Persoalan Data yang Tercecer

Agus menyebut, salah satu hambatan yang selama ini membuat program pemerintah kurang tepat adalah data yang terpencar di banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, sehingga sebagian program belum menjangkau sasaran yang semestinya.

Maka, lewat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah mencoba menyatukan data sosial ekonomi sebagai salah satu acuan pelaksanaan program. Agus Jabo menilai mutu data merupakan faktor penting dalam membangun tata kelola dan sistem pendidikan Sekolah Rakyat.

“Data yang salah menyebabkan apa yang kita programkan, apa yang kita kerjakan, tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Tak hanya soal data, Agus Jabo turut menyinggung masih adanya anak yang gagal bersekolah akibat kendala ekonomi. Baginya, Sekolah Rakyat adalah salah satu cara pemerintah menutup jurang pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kalau yang mampu bisa membiayai sekolahnya sendiri, tentunya yang tidak mampu, yang miskin, yang kurang mampu, negara yang harus menjemput mereka, yang harus mendampingi mereka,” ujarnya.

Atas dasar itu, ia meminta para operator Sekolah Rakyat menyelami tujuan program dan mengelola Dapodik secara penuh dedikasi dan tanggung jawab. Ia menilai operator berperan krusial. Sebab, data yang mereka kelola menjadi fondasi tata kelola Sekolah Rakyat dan penopang upaya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

Wamensos yang menjabat sejak 21 Oktober 2024 itu juga mengingatkan agar hak dan kewajiban dijalankan secara seimbang. Pesan tersebut muncul setelah seorang peserta berharap operator diberi dukungan perangkat kerja, termasuk laptop, untuk menunjang pengelolaan data.

“Tadi sudah ada permintaan tentang laptop segala macam. Saya akan berjuang bersama Pak Menteri untuk bisa memenuhi apa yang sudah disampaikan,” ujar Agus Jabo.

Ia berharap para operator menunjukkan pengabdian lewat kerja nyata. Komitmen itu, katanya, dibutuhkan supaya pengelolaan data benar-benar menopang keberhasilan Sekolah Rakyat dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

Sebelumnya, pada 7–11 Oktober 2026, para peserta mengikuti pelatihan

sekaligus menginput data pendidikan Sekolah Rakyat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kecakapan operator dalam mengelola Dapodik demi mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis