Menuju konten utama

Voxpol: 63,3% Percaya Prabowo-Gibran Mampu Jalankan Pemerintahan

Pemerintah dinilai masih memiliki modal kepercayaan dan legitimasi publik yang kuat, meski banyak juga meragukan kapasitas dan kapabilitas Prabowo-Gibran.

Voxpol: 63,3% Percaya Prabowo-Gibran Mampu Jalankan Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersiap melantik wakil menteri serta kepala dan wakil kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Richard Tampubolon dan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari menjadi Wamenhan, Letjen TNI Kristomei Sianturi menjadi Kepala BNPB, serta Satyawan Pudyatmoko dan Mayjen TNI Sriyanto menjadi Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan 63,3 persen publik menilai Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mampu menjalankan pemerintahan.

"Mayoritas responden menilai pemerintah mampu menjalankan pemerintahan, dengan 63,3 persen menyatakan mampu, sementara 35,2 persen menilai kurang atau tidak mampu," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Kamis (22/10/2026), dilansir dari Antara.

Berdasarkan tingkat wilayah, keyakinan tertinggi pada Prabowo-Gibran berada di wilayah Bali-NTB-NTT yaitu 88,40 persen, disusul Sulawesi 75,60 persen dan Maluku-Papua 71,30 persen.

Pangi mengatakan hasil survei itu menunjukkan modal kepercayaan publik yang cukup luas bagi pemerintah untuk memperkuat legitimasi, menjaga konsistensi kinerja, dan memastikan manfaat kebijakan dirasakan secara merata oleh masyarakat.

"Untuk daerah lain relatif terjaga di sebagian besar wilayah lainnya mencerminkan kepercayaan publik yang cukup kuat," ujarnya.

Pangi menjelaskan survei yang dilakukan lembaganya juga menunjukkan bahwa sebanyak 61,1 persen responden menilai pemerintah mampu mengatasi masalah, sedangkan 37,5 persen menilai kurang atau tidak mampu.

Menurut dia, temuan itu menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki modal kepercayaan dan legitimasi publik yang kuat meskipun sekitar sepertiga responden masih menyampaikan keraguan terhadap kinerja dan kapasitas pemerintah.

"Mayoritas masyarakat menilai pemerintahan Prabowo-Gibran mampu mengatasi berbagai persoalan, dengan tingkat penilaian tertinggi di Bali-NTB-NTT (85 persen), Sulawesi (78,8 persen), dan Maluku-Papua (71,3 persen)," ujar Pangi.

Survei Voxpol Center Research and Consulting dilakukan pada 3-12 Oktober 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden. Wawancara terhadap responden dilakukan secara tatap muka (face to enumerator) terlatih menggunakan aplikasi berbasis Android (i-voxpol).

Survei tersebut menggunakan multistage random sampling untuk memastikan representasi populasi, dengan margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Meski demikian, persoalan harga kebutuhan pokok yang mahal dan sulitnya lapangan kerja menjadi keluhan mendesak yang paling banyak disuarakan oleh masyarakat.

Peneliti Voxpol Center merinci bahwa sebanyak 89,5 persen responden menilai harga kebutuhan pokok yang mahal sebagai masalah yang paling mendesak untuk segera ditangani.

Masalah lain yang turut dikeluhkan warga secara berturut-turut adalah upah minimum yang rendah sebesar 89,3 persen, lapangan pekerjaan yang sulit sebesar 88,8 persen, ketimpangan ekonomi sebesar 86,9 persen, serta tarif pajak yang mahal dan banyaknya pungutan sebesar 84,1 persen.

Di tengah tingginya tekanan biaya hidup tersebut, mayoritas publik tercatat masih memiliki optimisme terhadap prospek perekonomian nasional ke depan.

Sebanyak 53,5 persen responden menyatakan optimis bahwa kondisi ekonomi beberapa tahun mendatang akan menjadi jauh lebih baik atau lebih baik. Sementara itu, 32,6 persen menilai kondisi ekonomi akan sama saja, dan hanya 12,8 persen yang menilai akan menjadi lebih buruk.

Baca juga artikel terkait PRABOWO-GIBRAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto