tirto.id - Pemerintah memastikan proses administrasi pencairan tunjangan bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) yang sempat tertunda kini telah selesai. Pembayaran dana tersebut dipastikan mulai disalurkan secara bertahap ke rekening penerima pada pekan depan.
Kepastian ini diperoleh setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelesaikan dokumen Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM). Saat ini, penyaluran dana hanya tinggal menunggu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kelancaran proses ini merupakan hasil koordinasi intensif bersama Kementerian Keuangan dan DPR.
"Alhamdulillah, dengan kerja sama Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, dan teman-teman di DPR, insya Allah mulai pekan depan tunjangan guru non-ASN mulai dapat ditransfer," kata Abdul Mu’ti saat berada di Sungai Raya, Sabtu.
Proses Akselerasi dan Pencairan Bertahap
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa seluruh berkas penunjang dari pihak kementerian sudah rampung 100 persen. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KPPN untuk mempercepat percepatan (akselerasi) penerbitan SP2D.
Kendati demikian, Nunuk mengingatkan bahwa pencairan tidak dilakukan secara serentak dalam satu waktu.
"Pencairan akan dilakukan secara bertahap. Semua SPM dan SPP sudah selesai dan kita tinggal menunggu antrean SP2D di KPPN," terangnya.
Meskipun rincian nominal dan daftar daerah penerima tahap awal belum dirilis secara mendetail, kabar ini menjadi angin segar bagi puluhan ribu pendidik non-ASN di berbagai wilayah.
Atas kesabaran para tenaga pendidik selama masa penundaan, Abdul Mu’ti memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang tetap menjalankan proses belajar-mengajar dengan berdedikasi.
"Terima kasih dan tetap semangat, Bapak dan Ibu Guru. Mudah-mudahan dengan ditransfernya tunjangan itu kita bisa terus berdedikasi mencerdaskan bangsa," tutur Mu'ti.
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































