tirto.id - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengaku belum menerima surat resmi terkait penonaktifannya dari jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Iya, itu kan masih belum saya terima, ya, surat pencopotannya. sampai saat ini ya baru tahu di media," ujar Yasin usai acara di kompleks Gubernuran Jateng, Selasa (3/11/2026).
Gus Yasin mengatakan, seharusnya ada pemberitahuan resmi dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP apabila keputusan penonaktifan itu telah ditetapkan. Terlebih, terdapat tiga nama yang disebut masuk dalam keputusan pergantian kepengurusan tersebut.
"Kalau ada pencopotan harusnya ada pemberitahuan dari pengurus'," tuturnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya tidak aktif mengikuti kegiatan partai sebagaimana disampaikan Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono. Menurut Gus Yasin, selama mendapat undangan dari partai, ia tetap menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Ia pun meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepada kader lain mengenai keaktifannya di PPP.
"Ya, kan saya diundang partai datang. Kegiatan-kegiatan masih sering datang," ujarnya.
Terkait kabar penonaktifan tersebut, Gus Yasin memilih menunggu pemberitahuan resmi dari pengurus pusat. Ia tidak banyak berkomentar mengenai keputusan yang disampaikan Mardiono.
"Ya, kita ikuti saja. Yang jelas saya belum menerima dari pengurus DPP secara resmi," katanya.
Gus Yasin juga membantah kabar bahwa dirinya melaporkan pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Makassar, Sulawesi Selatan, kepada kepolisian karena dinilai ilegal.
Pernyataan ini merespons penjelasan Mardiono yang sebelumnya menyebut Sekjen PPP saat itu mengirimkan surat kepada Polda Sulawesi Selatan agar kegiatan Mukernas dihentikan.
Saat ditanya mengenai laporan tersebut, Gus Yasin dengan tegas membantahnya. "Enggak ada, enggak ada laporannya," ujarnya.
Di tengah polemik pergantian kepengurusan itu, Gus Yasin berharap persoalan internal PPP bisa diselesaikan melalui jalan tengah. Ia berharap para kader yang berbeda pandangan dapat kembali berkumpul dan menjalankan organisasi bersama.
"Ya, semoga ada titik temu lah biar bisa kumpul lagi," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyatakan menonaktifkan Taj Yasin Maimoen dari jabatan Sekjen dan Agus Suparmanto dari posisi Wakil Ketua Umum. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari restrukturisasi kepengurusan untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
Mardiono beralasan, keduanya tidak aktif mengikuti sejumlah agenda partai, mulai dari rapat koordinasi, Mukernas di Makassar, hingga kegiatan konsolidasi di daerah.
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































