tirto.id - SynchronizeFest akan kembali digelar pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta. Memasuki tahun ke-11, festival musik tahunan ini kembali mengusung tema “It's Not Just a Festival, It's a Movement”
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Selatan pada Rabu (30/9), David Karto, Direktur Synchronize Festival, menyebut tema ini mereka pilih setelah melewati fase satu dekade pada tahun lalu.
"Kami merasa harus kilas balik, dan mengingat semua pergerakan. Kami mau belajar kembali untuk menyempurnakan sepuluh perayaan ke belakang, dan kami merasa dengan situasi yang ada dan perkembangan yang ada, kami pikir ini saatnya it's a movement harus kami angkat lagi," ujar David.
Semangat itu kemudian mewujud pada semua kegiatan di festival tahunan ini. Musik, tentu saja jadi suguhan utama. Lintas generasi dan lintas genre, seperti semangat yang selama ini selalu dibawa oleh Synchronize sejak awal mereka hadir.
"Kami emang pengennya menyatukan semua. Dari yang komersil sampai bawah tanah, semua ketemu di Synchronize," ujar Director of Communication Synchronize Festival, Aldila Karina.
Selain musik sebagai hidangan utama, Synchronize Festival menghadirkan berbagai program seni dan kegiatan untuk mendukung pelestarian lingkungan.
Di luar panggung musik, Synchronize Fest kembali berkolaborasi dengan ruangrupa dan Jakarta32, serta menghadirkan pasar rekaman, Ratatat Bar, dan Salon RNB. Identitas visual festival tahun ini dikerjakan oleh Marishka Soekarna atau Drawmama bersama kolektif desain Cisarua Creative.
Sedangkan soal lingkungan, seperti tahun-tahun sebelumnya, Synchronize Fest mempertahankan fasilitas isi ulang air minum dan pengelolaan sampah, menghadirkan proyek daur ulang bersama Koalisi Seni, serta mengolah plastik bekas menjadi instalasi seni melalui Operasi Plastik oleh Stuffo. Sebagian hasil penjualan tiket juga akan disumbangkan untuk penanaman mangrove di Kepulauan Seribu.
Festival ini turut bekerja sama dengan TransJakarta melalui program transportasi gratis dari tujuh titik keberangkatan, termasuk wilayah Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Pengunjung dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi TransJakarta.
Kembali ke musik.
Sejumlah pertunjukan spesial menjadi bagian dari edisi tahun ini. Band pop Geisha akan menghadirkan A Retrospective Journey yang mempertemukan mereka dengan mantan vokalis, Momo. Ada pula Pijar yang kembali berkumpul setelah beberapa tahun vakum; perayaan 30 tahun Project Pop, serta kolaborasi Maliq & D'Essentials dengan Jakarta Movin dalam Konser Musikal Senja Teduh Pelita.
Synchronize Fest 2026 juga menghadirkan Indonesian Girl Group yang mempertemukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons, Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia, dengan musik oleh Jebung. Pertunjukan lain yang masuk daftar spesial adalah The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif, Tribute to Warkop DKI, Reggae Gang, Emo Revival, hingga Timur Basudara.
Seluruh penampil akan tersebar di delapan panggung, yakni Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr. Sejumlah panggung dikurasi bersama kolektif dan pelaku musik, seperti Krapela, LaMunai Records, dan Kobra Musik.
Salah satu ruang baru tahun ini adalah RedWhite Jazz Lounge, yang dikurasi oleh Indra Lesmana. Mengangkat kembali nama ruang musik jazz yang pernah hadir di Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011, area ini akan diisi pertunjukan musik, jam session, DJ set, bincang-bincang, dan permainan. Beberapa penampilnya antara lain LLW, Littlefingers, Song Brothers, Gerald Situmorang, dan Teza Sumendra.
Tiket Synchronize Fest 2026 tersedia melalui situs resmi www.synchronizefestival.com. Festival berlangsung selama tiga hari, pada 16–18 Oktober 2026, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id


































